Server Diserang Virus, Ancam Siswa SMA Mararam Gagal Ikuti UNBK

Server Diserang Virus, Ancam Siswa SMA Mararam Gagal Ikuti UNBK

LUMAJANG, Rabu (11/4/2018) suaraindonesia-news.com – Akibat virus menyerang server di SMA Mataram Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, nyaris saja siswa-siswi kelas XII tidak bisa ikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada hari kedua, kemarin.

Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Propinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Kabupaten Lumajang, Drs H Sugiono Eksantoso MM, mengatakan jika sistem pertahanan server utama di SMA Mataram tersebut sempat diretas virus komputer.

“Untungnya masalah tersebut sudah bisa dan dengan segera diatasi. Dan para siswa tetap bisa melanjutkan UNBK-nya,” ungkapnya.

Dikatakan pula oleh Sugiono bahwa virus itu masuk pada Senin sore (9/4) lalu, seusai sesi ketiga selesai.

“Saya dapat laporan dari proktor SMA Mataram, ada virus bernama ransomware masuk ke server utama sesaat setelah server di-log out, pada Senin (9/4) lalu,” bebernya.

Ternyata virus yang masuk ke server lembaga pendidikan ini hanya semacan modus untuk meminta uang, baru bisa membuka kembali dengan membayar sejumlah tersebut.

Baca Juga: Disperindag Lebak Lakukan Tera dan Tera Ulang 

“Sebab pada monitor ada tulisan, server kembali bisa dibuka setelah pemiliknya membayar uang tunai senilai kurang lebih Rp 4,5 juta. Ada kursnya dalam dolar. Kalau dirupiahkan kurang lebih Rp 4,5 juta. Tapi saya larang pihak sekolah untuk membayar. Dan pada akhirnya mereka saya suruh membetulkan hingga sore hari,” terang Sugiono.

Ternyata sampai dengan malam hari server itu belum bisa kembali normal, dan SMA Mataram Tempursari berpotensi tidak bisa menerima kiriman soal untuk UNBK hari kedua itu.

“Kemudian saya instuksikan untuk pakai server cadangan saja. Server cadangan pun nyaris tidak bisa dipakai. Hingga pukul 07.40, Selasa (10/4) kemarin, komputer ujian belum bisa dipakai login. Padahal UNBK sesi pertama harusnya sudah mulai dilangsungkan pukul 07.30. Server cadangan baru benar-benar bekerja normal sekitar pukul 08.15,” ujar pria asal Situbondo ini.

Akibatnya, proses UNBK sesi pertama di SMA Mataram jadi molor hingga 45 menit.

Molornya sesi pertama otomatis membuat sesi kedua dan ketiga ikut terlambat. Sesi kedua yang seharusnya berlangsung pukul 12.30 terpaksa diundur jadi pukul 13.15. Dan sesi ketiga yang mestinya dimulai pukul 14.00, baru bisa dilangsungkan pukul 14.45.

“Tapi karena ini darurat, saya juga mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Surabaya agar pelaksaan UNBK di SMA Mataram tetap menggunakan server cadangan, selama server utama belum bisa dipakai,” papar Sugiono.

Nyatanya, kejadian kemarin bukan kali pertama server utama SMA Mataram terpapar virus komputer. Saat pelaksaan USBN beberapa pekan kemarin, peristiwa serupa juga terjadi di sekolah tersebut.

Padahal, ucap Sugiono, sistem pertahanan yang ditanamkan dalam jaringan komputer SMA Mataram sama persis dengan SMA lainnya di Lumajang.

“Ini kok seperti dijadikan langganan. Waktu USBN kemarin, operator virusnya minta kompensasi Rp 1,5 juta,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Agira
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here