Senator Asal NTT, Medah: Pemkab harus Terima Fakta Ketertinggalan NTT

Senator asal NTT Ibrahim Agustinus Medah saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Cyriakus Kiik)

Laporan: Cyriakus Kiik

BETUN, Selasa (12/06/2017) suaraindonesia-news.com – Senator asal Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Ibrahim Agustinus Medah mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) se-NTT untuk menerima fakta ketertinggalan NTT.

“Kalau NTT dikatakan tertinggal, ya, pemerintah kabupaten harus terima, itu fakta”, kata Medah.

Medah menyampaikan hal itu menjawab awak media di sela-sela Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar Kabupaten Malaka di Uma Kmodok Haitimuk, Kecamatan Weliman, Senin (12/06/2017).

Pertanyaan awak media itu berkaitan dengan penetapan 18 kabupaten di NTT oleh Pemerintah Pusat sebagai kabupaten tertinggal bersama 104 kabupaten lainnya di Indonesia.

Menurut dia, nyali pemerintah kabupaten jangan ciut dengan penetapan kategori tertinggal yang diberikan pemerintah pusat. Sebaliknya, pemerintah kabupaten harus kreatif dan memasang strategi yang tepat untuk membangun daerahnya.

Baginya, yang perlu digenjot adalah sektor pertanian. Sebab, 80 persen masyarakat NTT hidup dari pertanian.

“Omong pertanian pasti omong lahan garapan. Omong lahan garapan pasti omong air. Bagaimana kita bisa garap lahan kalau tidak ada air. Jadi, kalau sektor pertanian tidak dimanfaatkan secara optimal, jangan marah kalau NTT tertinggal”, katanya.

Presiden Jokowi menetapkan ke-122 kabupaten  itu sebagai daerah tertinggal periode 2015-2019. Penetapan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131/2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019.

Dalam Perpres disebutkan,  daerah tertinggal yakni daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional.

Kriterianya dilihat dari perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas; dan karakteristik daerah.

Di NTT sendiri, dari 22 kabupaten/kota yang ada di wilayah itu, 18 kabupaten di antaranya masuk kategori tertinggal.   Ke-18 kabupaten itu adalah Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu, Kabupaten Alor, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Malaka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here