Sempat Terjadi Pertentangan di Sosmed, FPI dan NU Bangkalan Gelar Tausiah dan Istighasah Bersama

oleh -58 views
KH. Nasir Makki, ketua PCNU Bangkalan Saat Memberikan Sambutan Dalam Acara Tausiah dan Istighasah Bersama di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan Madura, Jawa Timur, Sabtu (17/3/2018) malam.

BANGKALAN, Minggu (17/03/2017) suaraindonesia-news.com – Sempat terjadi pertentangan antar pengikut Nahdlatul Ulama (NU) dan Front Pembela Islam (FPI), di sosial media (sosmed) langsung disikapi serius masing-masing pengurus NU dan FPI setempat. Sebagai wujud bahwa NU dan FPI di Bangkalan adalah satu kesatuan yang bertujuan ukhuwah islamiyah menggelar acara bersama.

Acara tersebut dikemas dalam tausiah dan istighasah di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan Madura, Jawa Timur, Sabtu (17/3/2018) malam.

Pertentangan yang terjadi di sosmed terkait dengan faham radikal dan moderat. Bahkan sempat tersebar fitnah dan berita provokasi di antara dua kelompok berbasis massa besar di Bangkalan itu.

Acara yang digelar atas usulan RKH. Fachrillah Ashcol selaku ketua Rois Syuriyah NU Bangkalan  sebagai pelurusan dan penyadaran sehingga timbulnya percekcokan di antara ummat islam terkait kedua ormas tersebut tak berkelanjutan.

Baca Juga: Bupati Sumenep Tetapkan Desa Aeng Tong-Tong Sebagai Desa Keris 

“Acara yang bertemakan silaturrohim FPI dan NU Bangkalan mengawal ukhuwah islamiyah ini timbul dari pendapat Kiai sesepuh NU dan FPI Bangkalan terkait dengan berita yang ingin memporak-porandakan umat islam hususnya di Bangkalan,” kata KH. Nasir Makki selaku ketua PCNU Bangkalan.

Ia mengatakan, itu terjadi di berbagai sosmed, dimana seakan-akan FPI dan NU di bangkalan sejatinya saling bertolak belakang, padahal kata Nasir, seandainya mereka mengkaji secara detail dari mana FPI muncul, dan siapa yang menjadi ketua FPI pertama di Bangkalan maka mungkin tidak akan ada percekcokan.

“Makanya dengan adanya silaturrohim ini kita semua mengharap semoga menjadi perbaikan ukhuwah kita dan di jauhkan dari perdebatan yang selama ini terjadi,” harap KH. Nasir Makki.

Baca Juga: Pasal 79 KUHP yang Dipersoalkan di PN Kupang, Ini Kata TPDI 

Sementara menurutnya, KH. Syaiful Kohhar selaku ketua DPW FPI Bangkalan, FPI di lahirkan dari para ulama dan warga NU, yang sama-sama  beraliran Ahlussunah Waljama’ah, maka sangat perlu kita bahas dan luruskan khususnya masyarakat awam bahwa FPI dan NU sebenarnya satu-satunya wadah untuk menjaga persatuan islam dari berbagai media dan aliran sesat yang semakin merambah untuk merusak dan menghancurkan islam saaat ini.

“Maka dari itu, mari kita ciptakan rasa cinta dan bersatu bersama ulama NU dan FPI untuk berpegang erat pada nilai kebersamaan, sehingga kita tidak mudah di adu domba musuh islam yang akan menimbulkan permusuhan di antara sesama umat islam,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Acara tersebut di hadiri kurang lebih 3.000 hadirin, diantaranya, pengurus FPI Madura, pengurus DPW Bangkalan, pengurus NU Bangkalan, dan Seluruh pengurus cabang, ranting dan Banom NU Bangkalan, sejumlah aparat pemerintah, polres kab. Bangkalan, dan para santri dari berbagai lembaga yang ada di kec. Arosbaya.

Pantauan media ini, acara yang mendapat penjagaan dan keamanan dari pihak kepolisian, banser dan laskar FPI  itu  berjalan kondusif dan lancar.

Reporter : Ach. Zainuri
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *