Sempat Buron Selama 16 Hari, Pembegal Anggota TNI Asal Probolinggo Akhirnya Diringkus

Ketiga Pelaku Begal Asal Probolinggo

LUMAJANG, Minggu (14/01/2018) suaraindonesia-news.com – Pemburuan begal yang merugikan seorang anggota TNI asal Asrama Yonkav 3 / Tank RT 04 RW 11 Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur, Bayu Fernando, tanggal 26 Desember akhir tahun 2017 lalu, telah membuahkan hasil, setelah 16 hari pasca kejadian.

Menurut Kasubbag Humas Polres Lumajang, IPDA Basuki Rachmad kepada sejumlah media menjelaskan bahwa atas kejadian tersebut ada tiga orang pelaku, yang kesemuanya warga Probolinggo, Propinsi Jawa Timur.

“Diantaranya Rudi Hartono (33) warga Dusun Redu Desa Brumbungan Kidul Kecamatan Maron ini statusnya sebagai saksi, lalu Nawawi (35) alamat sedesa dengan Hartono saat ini berstatus tersangka. Dan satunya lagi Eko Cahyono Prihanto (34) warga Desa Selogudik Kulon Kecamatan Pajarakan berstatus tersangka pula,” jelas Basuki Rachmad, saat dikonfirmasi awak media, Minggu (14/01) pagi ini.

Baca Juga : Proyek Tol Paspro, PPK Kementerian PU Tolak Tuntutan Warga Desa Klampok 

Hal ini kata Basuki, sebagai upaya Polres Lumajang dalam memburu pelaku begal tersebut dengan melihat keberadaan HP milik korban yang terdeteksi oleh petugas.

“Kini ada beberapa orang yang diamankan dan disangkakan menjadi penadah, sebagai mana dimaksud dalam pasal 480 KUHP, Jum’at (12/1) lalu. Dari situlah pengembangan kasus begal ini dikembangkan,” bebernya.

Masih kata Basuki, tertangkapnya mereka bermula saat unit Resmob Satreskrim Polres Lumajang mendatangi Dwi Fanstika Devi yang diduga menggunakan HP Xiaomi Redmi 4 sesuai dengan HP yang dirampas di TKP perampasan waktu itu.

Saat ditanya petugas, Devi mangaku bahwa dirinya membeli hp tersebut diantarkan oleh pamannya yang bernama Rudi Hartono di konter milik Nawawi seharga Rp. 1,7 juta.

“Dari sana anggota Resmob mangamankan Nawawi selaku pemilik konter dan menyatakan bahwa HP tersebut didapat Eko Cahyono Prihanto, setelah melakukan penangkapan terhadap, Eko, ia mengaku lagi jika HP tersebut dari rekannya yang saat ini masih diburu,” tambahnya.

Sebelumnya, kejadian ini berawal saat korban berboncengan dengan tunangannya menuju perjalanan dari Malang menuju ke rumahnya di Desa Banyuputih Lor, mengendarai Honda Vario 150, Nopol N-4492-UV.

Baca Juga : Bupati Lumajang Ingatkan Guru Untuk Tidak Berprasangka Buruk 

Pas ditengah jalan, tepatnya di Jalan Raya Curah Mayit Kecamatan Randuagung, korban dipepet dengan 6 orang yang mengendarai dua sepeda motor merk Honda Beat warna putih dan sepeda motor Yamaha Mio warna hitam.

Kemudian yang di depan yang mengendarai Honda Beat Putih membacok korban cuma mengenai helm dan pundaknya, yang kemudian membuat korban terjatuh.

Dan salah pelaku merampas tas milik tunangannya korban dan juga sepeda motor milik korban yang kemudian pelaku tersebut lari kearah timur.

“Saat ini satu buah HP merk Xiaomi Redmi 4 warna hitam milik korban dan Samsung type J One ACE warna hitam, disita dari Eko yang didapat dari rekannya. Sesudah itu kami amankan berikut para tersangka. Kami akan terus dalami hingga terungkap sampai akarnya,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here