Sekjen Samakasi: Demi Kesejahteraan, DOB Menjadi Sebuah Keharusan Bagi Warga Kepulauan

Moh. Suardi

Reporter : Hasan

SUMENEP, Selasa (18/4/2017) suaraindonesia-news.com – Rencana pembentukan Kabupaten Baru di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, walau mendapat dukungan dari Bupati setempat, namun tetap menuai pro-kontra, terutama pada persoalan letak pusat pemerintahannya.

Seperti yang disampaikan salah satu Mahasiswa Pasca Sarjana warga asal Pulau Masalembu, Moh. Suardi yang mendorong terjadinya Daerah Otonomi Baru (DOB) yang familiar disebut Kabupaten Kepulauan, Hari ini Selasa (18/4).

Menurutnya, Bahwa sesungguhnya melihat kondisi saat ini, warga kepulauan selain minimnya peran pemerintah, juga fasilitas yang ada pun tidak maksimal. Untuk itu, menurutnya, pemekaran mejadi sebuah keharusan untuk terealisasi sehingga jaminan Negara dalam merawat warganya dan meningkatkan kualitas hidup benar adanya.

“Kabupaten Kepulauan itu saat ini menjadi sebuah keharusan, karena tanpa itu sungguh hanya imajiner tingkat tinggi saja warga kepulauan akan sejahtera, dan saya pikir kami warga kepualuan sudah siap untuk mengelolanya,” kata Suardi, Selasa (18/4/).

Apalagi kata Suardi, jika dilihat dari potensi Alam dan sumber daya manusia (SDM) kepulauan bisa katakan siap untuk megelola daerahnya sendiri.

“Tidaklah terlalu penting mempertanyakan dimana yang layak untuk dijadikan pusat pemerintahannya. Karena esensi dari sebuah gerakan pemekaran itu adalah selain mengentaskan kemiskinan, juga mampu meningkatkan kualitas kehidupan warga kepulauan,” terang Sekretaris Jendral Serikat Mahasiswa Kepulauan Sumenep Indonesia (SAMAKASI) ini.

“Tidaklah penting letak Pusat Pemerintahan itu, di Pulau Kangean boleh, di pulau Raas pun boleh, yang penting DOB ini bener bisa kita realisasikan, makanya saya pertanyakan bentuk dukungan Bupati itu seperti apa? Dan disinilah nanti kita bisa mengukur sejauh mana komitmen Bapak Bupati untuk membangun Kepulauan.” Imbuhnya.

Ketika ditanya soal adanya warga Kepulauan yang tidak sepakat dengan pemekaran, Suardi yang masih Kuliah di Univeristas Negeri Padang (UNP) ini menganggap itu soal komunikasi, dan dirinya optimis semua akhirnya bisa memahami dan terjadi peleburan semua warga ketika semua warga bisa duduk bersama, karena niat yang baik ini otomatis tantangannya juga berat, tak terkecuali intervensi dan provokasi disusupkan kepada warga kepualauan atas dasar tidak rela kepulauan terlepas dari wilayah Induknya.

“Daerah Kepulauan itu kaya loh, dimana potensi isi perut bumi kita ini besar, baik dari pertanian, kelautan, Migas dan sebagainya, jadi ketika ada yang menghalangi pemekaran itu wajar saja, dan saya yakin adanya kontra itu karena soal komunikasi dan pemahaman saja belum tersampaikan secara penuh”. Terangnya.

Oleh karenanya, menurut Suardi, sesegera mungkin semua elemen masyarakat kepulauan bisa duduk bareng dan menyamakan persepsi, agar tidak ada lagi tumpang-tindih dan Kabupaten Kepulauan bisa benar-benar teralisasi.

“Karena dengan terealisasinya DOB ini, masyarakat akan benar-benar maksimal dalam menentukan nasibnya dan juga maksimal dalam berpartisipasi membangun daerahnya sendiri”. Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here