Sekda Syahrul Thaib: Pernyataan Yara Langsa Diduga Ada Poin – Poin Yang Tidak Terkutip

Reporter: Rusdi Hanafiah

Langsa-Aceh, Selasa (21/2/2017) suaraindonesia-news.com – Sekretaris Daerah Kota Langsa Syahrul Thaib SH, MAP, terkait pemberitaan yang diduga mencemarkan jabatan kariernya, sehingga memberikan hak jawabnya atas pernyataan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Langsa yang muncul beberapa waktu lalu di salah satu Media. Hal tersebut disampaikan Syahrul Thaib SH MAP kepada awak media tentang pernyataan Yara Langsa, Selasa (21/2/2017).

Sekda Langsa, menjelaskan hak jawabannya, seharusnya pihak YARA Langsa jangan memberikan informasi yang tidak lengkap, jika mengutip fakta jangan setengah – setengah, terkait putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia Nomor 729 K/PID/2014 tersebut. Hendaknya YARA Langsa jangan sepotong-sepotong mengutip akta pemberitahuan putusan Mahkamah Agung 2014 tersebut.

“Menurut Syahrul Thaib, Yara Langsa menuding dugaan putusan pengadilan terhadap dirinya itu, ada poin – poin tidak mereka kutip dalam amar yang dikeluarkan selengkapnya, hal ini yang sangat saya sesalkan,” Katanya.

“Pada poin ke tiga putusan Mahkamah Agung (MA) yang disalin oleh Pengadilan Negeri (PN) Langsa tahun 2014 lalu, menyatakan, memerintahkan bahwa pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali jika kemudian hari berdasarkan putusan hakim yang telah berkekuatan tetap diberikan perintah lain atas alasan bahwa sebelum masa percobaan selama satu tahun berakhir para terpidana telah melakukan tindak pidana lainnya,“ ujar Syahrul Thaib.

Pernyataan YARA Langsa tersebut, sangat di sesalkan terhadap pemberitaan dirinya itu, disinyalir salah satu bentuk informasi yang di duga sesat, bahkan membuat masyarakat binggung atas pernyataan Yara Langsa.

Terkait tudingan tersebut, sebelumnya YARA Langsa telah mengeluarkan, Press Reliss pernyataan bahwa jabatan Syahrul Thaib SH, MAP selaku Sekretaris Daerah jelas cacat hukum, sesuai dengan pasal (87) ayat (4) huruf (B) Undang-Undang Republik Indonesia No 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan dan atau pidana umum.

“Syahrul SH. MAP Bin Thaib kita ketahui sudah memiliki hukum tetap, karena Mahkamah Agung (MK) telah menolak perbaikan Pidana yang diajukan terpidana 1 tahun penjara, sesuai dengan putusan banding di Pengadilan Tinggi Banda Aceh,” ujar Abu Bakar Ketua YARA Langsa yang dilansirkan dalam press relissnya itu.

Pengadilan Tinggi Banda Aceh yang dipimpin oleh hakim ketua H. Sumantri, S.H. MH, dibantu hakim anggota Subachran Hardi Mulyono SH.M.H dan Adi Dachrowi SA SH. MH serta panitera H. Muhammad Rasyid dalam amar putusannya, telah menerima permintaan banding dari Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Langsa tanggal 21 Oktober 2013, No.27/Pid.B/2013/PN-LGS, kecuali mengenai lamanya pidana yang dijatuhkan kepada para terdakwa sehingga amarnya putusannya berbunyi sebagai berikut.

Syahrul, SH, MAP Bin Thaib, Terdakwa Zulfiqar, SP Bin Ilyas Ahmad dan Terdakwa Muhammad Rizal, SE Bin M. Syarif telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “percobaan menggunakan surat palsu secara bersama sama.

Menghukum terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 1 (satu) tahun dan memerintahkan barang bukti berupa Surat Walikota Langsa No Peg 800/1983/2010, tanggal 09 Juli 2010 tentang pendataan tenaga honorer, surat edaran Menpan No 05 tahun 2010 tentang pendataan tenaga honorer yang bekerja di lingkungan instansi pemerintah, formulir lampiran surat edaran Menpan dan RB No 05 tahun 2010 dan surat Walikota Langsa No Peg 800/2323/2010, tanggal 25 Agustus 2010, data tenaga honorer K-1 yang memenuhi kriteria berdasarkan hasil verifikasi validasi Pemerintah Kota Langsa, pernyataan itu yang di sampaikan YARA Langsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here