Sejumlah Desa Wisata di Kota Batu Mati Suri

KOTA BATU, Selasa (13/2/2018) suaraindonesia-news.com – Sejumlah desa wisata di kota Batu kini mati suri, Catatan Dinas Pariwisata Kota Batu, dari 12 desa wisata, kini hanya ada 6 desa yang masih eksis, Lainnya tiarap tanpa aktifitas, keberadaaanyapun seperti ditelan bumi.

Imam Suryono Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu saat ditemui, Selasa (13/2/2018) mengatakan mati surinya sejumlah desa wisata di kota Batu itu karena tidak melakukan kajian secara mendalam mereka bekerja secara acak-acakan.

“Tidak memiliki program yang jelas, paketnya apa yang dijual, ini yang harus dikaji, rest arealnya dimana, kemudian disitu dibangun apa yang cocok, apa yang harus dibangun, mestinya harus ada paketnya yang jelas,” Kata imam Suryono.

Bila didirikan desa wisata, kata dia, mestinya harus ada paket wisatanya, satu paket, mereka menginap dan makan minum di desa wisata itu.

“Tapi yang saya lihat yang ditawarkan seperti itu belum ada, mereka pengelolla belum bisa menggali keunggulan terutama dalam menggali potensi ekonomi, social dan budaya setempat untuk dikemas menjadi daya tarik wisatawan,” ungkapnya.

Baca Juga: Atasi Persolan Sampah, DLH Kota Batu Tambah Container Disetiap Desa 

Sebenarnya, kata dia kesenian daerah, tradisi masing-masing desa di kota Batu bila digali akan menjadi daya tarik wisatawan, sebab Kota Batu ini sudah terkenal dan disebut sebagai kota wisata dan ia juga menyayangkan sampai terjadi mati suri.

“selain itu untuk menghidupkan kembali desa wisata itu perlu pemasaran dan promosi serta peran masyarkat sangat diharapkan,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, promosi kesenian daerah yang kerap dilakukan seperti selamatan desa itu juga termasuk menunjang keberadaan desa wisata. Seperti desa Sidomulyo, kata dia seperti itu cocoknya untuk apa. Hal ini harus dipadukan dengan program desa.

“Saya akan mencoba untuk mengkaji, hasil kajian itu kemudian saya serahkan pada desa, karena untuk menghidupkan lagi desa wisata itu yang terpenting adalah peran masyarakat itu sendiri.” Pungkasnya.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here