Sejak Zaman Pemkot Langsa Menyediakan Pajak Ikan Untuk Melayani Masyarakat

Reporter: Rusdi Hanafiah

Langsa-Aceh, Sabtu (13/11/2016) suaraindonesia-news.com – Mirisnya persoalan di tengah kehidupan para pedagang dan berkembangnya pusat pasar ikan, kalau dibandingkan pajak ikan yang ada sekarang ini, sudah lebih tertib dan bersih.

“Marilah kita sadari bersama, bahkan keberadaan pasar ikan yang masuk dalam wilayah batas Gampong Blang, Kecamatan Langsa Kota, khususnya Pemkot Langsa, telah melihat langsung program kebersihan pasar yang ditertipkan oleh ” Toke Su’um ” khususnya di lingkungan pajak ikan, yakni sekarang bau busuknya hilang tanpa ditemukan buangan bakai dan genangan air ikan,” ujar¬†Bentol Nurmansyah.

Pajak Ikan di era 70 an, telah dibangun tempat untuk berjualan ikan di pusat pasar  langsa oleh pemerintah sebelumnya, hingga sekarang ini, bahkan pajak ikan dahulunya tak beraturan menimbulkan aroma busuk? Dengan di padati penjual sayur dan rempah Рrempah untuk di perjual belikan disini, yakni di kala itu, kota langsa merupakan pusat pemerintah kabupaten Aceh Timur. Alhamdulillah wilayah ini dimekarkan oleh pemerintah Provinsi Aceh, menjadi Pemkot Langsa.

“Menurut Bentol yang juga sebagai Ketua kepengurusan di satu Organisasi Kepemudaan Pancasila (OKP) Cabang Pajak Ikan Langsa,” imbuhnya.

Terpilihnya menjadi ketua yang nota bene keseluruhan anggota pedagang ikan, atas kepercayaan itu, dirinya membenah diri, berupaya mengembangkan kas keuangan untuk kesejahteraan anggota Pemuda Pancasila, dengan terbukanya pembangunan pasar oleh Toke Su’um, seperti dulunya disebelah gudang penampungan ikan, hanya ada jalan setapak dengan dilewati honda saja, namun kebijakan dirinya membuka akses jalan untuk dilewati kenderaan umum dan memudahkan angkutan ikan.

Adanya keperdulian Pemkot Langsa, akses jalan itu, sekarang telah diberikan pengaspalan dengan bagus. Seperti kebutuhan kami semua anggota untuk memajukan PP tanpa harus menadah tangan berharap bantuan dana dari pihak luar, maka dirinya terus berupaya dengan semampunya, hanya gara – gara tempelan kios dari sambungan gudang, telah dipertanyakan IMB.

“Bagi kami semua anggota PP Pajak Ikan Langsa, berharap dari pemerintah kota langsa memberikan dukungan dalam pertumbuhan Organisasi yang di jalankanya bukan untuk menjelekan antara satu dengan yang lainnya demi tuntutan kebutuhan seluruh anggota pemuda pancasila di dalam pajak ikan ini,” sambungnya.

Tambahnya lagi, kenapa semua tujun baik yang dilakukannya itu, dan bukan untuk memperkaya diri akan tetapi setiap kebijakan yang dilakukan dalam mendukung program pemerintah kota langsa, tanpa disadarinya, masih ada oknum – oknum dilingkungan pasar yang di duga sengaja menebar fitnah gara – gara tempelan kios yang di sambungan dari kanovi gudang penampungan ikan, dan satu kios jualan kopi untuk keperluan tempat peristirahatan penjualan ikan, kok di tuding dalam koran belasan bangunan kios dalam Pemko Langsa tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dalam kawasan pajak ikan langsa.

Sementara dijelaskan Ketua Pajak Ikan Bentol Nurmansyah, terkait lokasi pajak ikan langsa dan maraknya pendiri kios lainnya yang ada di sepanjang jalur menuju pasar ikan, semua kios dibangun bukan diluar Pemkot Langsa, hampir semua bangunan kios di dalam Pemko Langsa. Sekitar pasar langsa.

Semua pedagang, karena tuntutan ekonomi untuk kebutuhan keluarga di mulai dari penjual ikan, sayur dan rempah-rempah lainnya, sehingga bermunculan kios – kios di atas parit menuju pasar ikan langsa, menjamur tumbuh bertempelan bangunan kios antara Desa Blang Seunibong dengan Gampong Blang dalam wilayah Kecamatan Langsa Kota.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here