SDN Sapeken II, Tiga Bulan Tanpa Kepsek

SUMENEP, Suara Indonesia-News.Com – Bak pepatah, anak ayam kehilangan induknya, mungkin tidak berlebihan kalau pepatah ini dianalogikan kepada apa yang telah terjadi pada sekolah SDN Sapeken II, yang terletak di Dusun Bukut, Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pasalnya, tiga bulan lebih sekolah dasar negri ini,  kehilangan induk alias tidak ada kepala sekolah.

Akibatnya, dana bantuan operasional sekolah (BOS) pun tak dapat dicairkan hingga triwulan ke 3, sementara guru tidak tetap (GTT) tunjangan sudah sampai 6 bulan belum bisa dibayar.

“Ia, sudah swkitar 3 bulan berjalan tanpa adanya Kepala sekolah, sangat memperihatinkan'” kata salah seorang tenaga pendidik yang tidak bersedia namanya disebut saat di temui diruang kerjanya, jum’at (23/10/2015).

Saat ditanya apa masalahnya dia tidak berani memberikan keterangan yang lebih rinci.

“Saya kan haya bawahan, guru biasa yang tidak bisa berbuat banyak,”tandasnya.

Ia menambahkan, cuma kami berharap kepada masing-masing yang berseteru untuk membuka diri dan harus mengedepankan kepentingan sekolah dan anak didik daripada kepentingan peribadi, pintanya.

Dari hasil pantauan Suara Indonesia dilapangan, benar kondisi itu terjadi disekolah dasar SDN Sapeken II.

Kuat dugaan, kondisi ini berawal dari perseteruan yang berlansung lama antara kepala Upt pendidikan dengan kepala sekolah (PLt).

Diketahui, SK PLt atas nama Rahmat Saleh, yang dikeluarkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, ditahan alias tidak diserahkan oleh kepala UPt Pendidikan Kecamatan Sapeken H. Jailani.

Dengan alasan Rahmat Saleh, tidak termasuk kwalitatif untuk menjadi kepala sekolah.

Hingga berita ini diunggah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep belum dapat dikomfirmasi.(Sur).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here