Satgas Anti Mafia Pendidikan, Deklarasi dan Konferensi Pers

Reporter : Muhyidin 

Jakarta, suaraindonesia-news.com – Satgas Anti Mafia Pendidikan lakukan Deklarasi dan konferensi pers, bertempat di Spumante Resto Jl. Cik Di Tiro No. 50 Menteng Jakarta sore ini, Selasa (28/6/2016)

Koordinator Satgas Anti Mafia Pendidikan Tri Suharjanto menjelaskan, Satgas Masyarakat Anti Mafia Pendidikan adalah koalisi masyarakat sipil yang peduli terhadap dunia pendidikan di Indonesia yang bersih dari mafia pendidikan, merupakan organisasi non-profit yang independen dan tidak berafiliasi dengan partai politik manapun.

“Pendidikan adalah kunci utama kemajuan masa depan suatu bangsa, sebab pendidikan adalah modal bagi pembangunan sosial  ekonomi dan ketahanan suatu bangsa, melalui pendidikan lah suatu bangsa bisa membangun sumber daya manusia yang unggul. Hal ini sebenarnya sudah disadari oleh bangsa Indonesia, berbagai kebijakan pembangunan pendidikan sudah mulai diterapkan pemerintah. Mulai dari peningkatan anggaran pendidikan, perbaikan kesejahteraan guru, kurikulum hingga sistem seleksi penerimaan siswa,” jelasnya.

Ia menambahkan, Namun di saat bangsa Indonesia sedang mulai menekankan pentingnya pendidikan untuk kemajuan suatu bangsa, kita malah mendengar keluhan-keluhan masyarakat menyangkut proses pendidikan yang dipermainkan oleh pihak-pihak tertentu sehingga mengorbankan pihak yang lemah. Keluhan-keluhan masyarakat menyangkut:

1. Kecurangan atau penyelewengan pada proses penerimaan siswa baru, khususnya di tingkat SMP, SMU dan Perguruan Tinggi.

2. Kecurangan atau penyelewengan yang terjadi pada proses penggunaan dana pendidikan, seperti di antaranya penggunaan dana BOS dan pengadaan alat peraga pendidikan.

3. Kecurangan atau penyelewengan yang terjadi pada proses pengangkatan guru dan jenjang kepangkatan (akreditasi) yang tidak fair.

“Kami berharap praktek kecurangan semacam ini harus segera diberantas, kami tidak rela dunia pendidikan, dunia dimana kita menanamkan nilai-nilai luhur, moral dan kejujuran dirusak berbagai tindak kecurangan baik secara individu maupun sistematik. Kami tidak rela sekolah tempat anak-anak kita menuntut ilmu justru disuguhi berbagai tindak kecurangan dan penyelewengan,” imbuhnya.

Menyikapi hal tersebut, Satgas Anti Mafia Pendidikan mempunyai lingkup kerja sebagai berikut:

1. Menghimpun dan menerima laporan berbagai tindak kecurangan yang terjadi di dunia pendidikan

2. Melaporkan tindak kecurangan kepada pihak yang berwenang.

3. Bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti media massa, ombudsman, LSM dan pihak lainnya untuk memantau proses penanggulangan kecurangan.

Dari itu pihaknya menyatakan.

1. Dunia Pendidikan Kita Harus Bersih Dari segala bentuk kecurangan dan penyelewengan baik yang dilakukan secara individual maupun sistematik.

2. Menghimbau kepada pihak sekolah/perguruan tinggi untuk menghindari segala bentuk penyelewengan dan kecurangan.

2. Menghimbau kepada pihak pemerintah, khususnya dinas dan departemen pendidikan, untuk proaktif menjalankan pengawasan.

3. Mengajak kepada masyarakat  khususnya orang tua murid, untuk ikut mengawasi dan melaporkan bila ada berbagai tindak kecurangan yang terjadi di sistem pendidikan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here