Jalin Silaturrahmi, Santri Asrama Sunan Bonang Wali Songo Situbondo Adakan Reuni dan Peringatan Maulid Nabi SAW

Reporter: Liq

Situbondo, Rabu (13/12/2016) suaraindonesia-news.com – Santri ahlusunnah waljama’ah yang bermasyarakat asmara Sunan Bonang No 1 pondok pesantren Wali Songo Mimbaan, Situbondo, Jawa Timur, mengadakan reuni dan peringatan maulid Nabi Muhammad, SAW di Kediaman KH. Tuhfahtul Gani M, Mojosari Asembagus, Rabu (14/12/2016).

Sekitar ratusan orang santri berasal dari berbagai daerah dan berbagai angkatan berkumpul di kediaman KH. Tuhfah Mojosari Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo salah satu teman pondok pesantren B1 tempat dahulu mereka bersama-sama menimba ilmu dan kemudian acara dilanjutkan dengan kunjungan silaturrahmi ke kediaman pengasuh pondok pesantren K. H. Cholil As’ad Samsul Arifin.

KH. Tuhfahtul Gani M, salah satu Santri B1 dulu waktu di pesantren tersebut menjabat Ketua Kamar B1 yang kini menjadi menantu pengasuh pondok Wali Songo Mimbaan Situbondo KH. Cholil As’ad Samsul Arifin sebagai penggagas kegiatan reuni santri ini menyatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk kembali menjalin tali silaturrahmi antar para santri dan pengasuh pondok pesantren.

“Bertahun – tahun mereka berpisah dan tidak bertemu, masing-masing santri pondok pesantren Wali Songo ini yang tersebar di beberapa daerah dan luar Negari dengan masing-masing aktifitasnya, ada yang menjadi ustadz dan memiliki yayasan pendidikan Islam, guru, pegawai bahkan pengusaha. Kegiatan reuni ini menjadi pengobat atas rasa kangen kita untuk kembali mengenang masa-masa dulu saat menimba ilmu di pondok,” jelasnya.

Menurutnya, dengan melalui reuni ini selain bisa bertemu dengan teman-teman juga bersilaturrahmi langsung dengan guru mereka dan turut membantu mensyiarkan pondok pesantren supaya bertahan sebagai lembaga pendidikan Islam di Negara ini.

“Kita harus senantiasa bersyukur atas berkah ilmu yang diberikan oleh para guru kita, sekecil apapun ilmu yang kita miliki semoga bisa diamalkan baik dalam syiar terhadap orang lain terlebih dilaksanakan sebagai aktifitas ibadah sehari-hari,” imbuhnya.

Selain kegiatan silaturrahmi, pertemuan para santri lawas itupun merencanakan berbagai agenda ke depan. Kita tidak hanya melepas kangen tetapi kita lakukan Kegiatan kedepan biar siraturrohim ini terus bersambung seperti pengajian setiap tiga bulan di daerah masing-masing dan pelaksanaan syiar agama di pondok pesantren pada peringatan hari besar Islam.

“Semoga kita menjadi kepanjangan tangan dari beliu guru kita KH. Cholil As’ad Samsul Arifin,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here