Sanggar Fali’era Pamerkan Alat Musik Tradisional Buatan Sendiri, Ini Penjelasannya

Foto: Ketua sanggar Fali'era saat berfoto di depan stand

NIAS, Sabtu (26 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Ada yang berbeda di seluruh stand pameran pembangun Kabupaten Nias kali ini, satu satunya stand yang memamerkan alat musik tradisional, berikut beberapa nama alat musik tradisional dan penjelasannya.

1. Koko, terbuat dari kayu atau bambu Alat musik ini bisa digunakan sebagai alat musik tradisional, juga digunakan untuk pemberitahuan kepada masyarakat kalau terjadi pertemuan (rapat), bencana alam, pencurian dan juga sering dipakai sebagai aba-aba kejadian di Pos Ronda.

2. Doli-doli terbuat dari kayu, misalnya olalu, laore, dan sebagainya. Alat musik ini diatur nadanya dari tangga nada 1 s/d 7. Sehingga bisa membuat irama yang nyaring yang dapat mengiringi lagu budaya Nias.

3. Aramba adalah alat musik yang terbuat dari besi atau kuningan yang dapat mempunyai suara yang menggelegar dan mengaung. Aramba sering digunakan di pesta perkawinan, peresmian, penetapan hukum adat yang diputuskan oleh Raja atau pengatua kampung. Aramba bisa digabung dengan alat musik lain yang bisa mengiringi Tari Moyo dan lagu Adat lainnya.

4. Faritia ada 2 saling berpasangan yang terbuat dari besi, kuningan, yang suaranya saling bersambutan. Faritia sering digunakan dengan alat musik lainnya di Pesta Perkawinan, seni Tari Moyo dan lain-lain.

5. Gönda ini alat musik yang terbuat dari bahan kayu besar misalnya solo’o yang ujungnya dibalut dengan kulit kambing, yang menghasilkan suara yang bertabu-tabu. Alat musik ini dimainkan oleh 2 orang. Gönda sering digunakan di Pesta Perkawinan dan Seni Tari Moyo dan Pesta lainnya.

6. Fondahi terbuat dari batang pohon aren, pinang yang salah satu ujungnya dibalut dengan kulit kambing. Alat ini dipakai dengan 1 pasang (2 buah) yang dimainkan oleh satu orang yang menghasilkan suara yang menegangkan. Ini biasanya dipakai diacara bela diri, silat dan silabe (Tari Perang).

7. Tutuhao terbuat dari bamboo, yang bisa menghasilkan 3 irama berbeda. Tutuhao dapat dipadukan dengan alat musik tradisional lainnya.

8. Nduri Mbalöduhi, alait ini dibuat dari bamboo yang dibelah sebagian bisa menghasilkan 2 irama berbeda yang dapat mengiringi alat musik Tradisional lainnya.

9. Surune, terbuat dari bamboo misalnya tauli, lewuombanua, yang diberi 7 lubang. Yang bunyinya menghasilkan 7 nada menjadi irama yang sangat merdu, yang dapat mengiringi semua lagu.

10. Lagia, alat ini terbuat dari pohon aren yang bagian tengahnya bolong dan dipasang tali senarnya dengan akar salak yang bisa menghasilkan bunyi yang merdu. Alat ini biasanya dipadukan dengan alat Tradisional lainnya.

11. Keroncong, terbuat dari kayu, etelio, nangka, yang menyerupai gitar dan tali senarnya terbuat dari atom. Alat ini bisa mengiringi lagu Tradisional.

12. Tafa, alat ini terbuat dari bamboo, yang sebagian dipecah kecil-kecil, alat ini biasanya dimainkan pada lagu Tradisional.

13. Tamburu, alat ini terbuat dari kayu, yang tengahnya di lobangi dan balut dengan kulit kambing. Bisa menghasilkan bunyi yang bertabu-tabu, dapat dipadukan dengan alat musik lainnya.

14. Riti-riti, alat ini terbuat dari batok kelapa yang sudah kering yang diisi dengan batu atau jenis lainnya. Riti-riti bisa menghasilkan bunyi yang gemersing dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya.

15. Ruru, alat ini terbuat dari papan kayu yang berbentuk kotak dan diberi tali senarnya dengan tali karet yang dapat menghasilkan suara bas dan bisa dimainkan dengan alat musik lainnya.

Ke 15 alat musik tradisional di atas diproduksi oleh sanggar Fali’era.

Ketua sanggar Fali’era, Wawan R Lawolo alis Ama Boby yang langsung membuka 15 alat musik tersebut.

Kepada media ini, Wawan menjelaskan jika ke 15 alat musik tersebut buatan tangannya dan di hari penutupan Pameran ini nanti alat musik ini akan di tampilkan oleh sanggar Fali’era. (T2g)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here