Rusunawa Banyak Ditinggalkan Penyewa Karena Bocor dan Rusak

Situasi dan kondisi Rusunawa saat ini

LUMAJANG, Senin (12/3/3018) suaraindonesia-news.com – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang berada di Jalan Gubernur Suryo Embong Kembar, belakang terminal Mobil Penumpang Umum (MPU) Kabupaten Lumajang, banyak ditinggalkan penyewanya.

Pantauan media ini, Rusunawa ini sudah 2 tahun dihuni para penyewa, namun tidak ada perawatan dan perbaikan dari pihak terkait.

Di Rusunawa ini berjumlah ratusan rumah yang dihuni sebelumnya, namun sudah banyak yang rusak dengan kondisi yang parah dan itu tidak hanya bocor malah ada yang merembes.

“Kalau jumlahnya saya gak tahu, Mas. Tapi cukup banyak. Bahkan ada yang sejak awal sudah gak dihuni karena bocor,” ungkap salah satu penghuni Rusunawa, Edi saat ngobrol dengan media ini, tadi pagi.

Dia menyampaikan, kondisi tersebut sudah pernah disampaikan kepada dinas yang menangani soal Rusunawa, namun hingga kini belum juga ada penanganan. “Katanya sih tahun ini akan ditangani,” ujarnya.

Penghuni yang tidak punya alternatif lain untuk pindah atau mengontrak rumah semurah rusunawa, terpaksa tetap tinggal di Rusunawa meskipun harus bersabar saat hujan.

Sementara penghuni yang sudah tidak nyaman harus meninggalkan Rusunawa yang mereka sewa. “Ada yang sejak awal ditinggalkan penghuninya karena bocor, merembes itu tadi,” ujar penghuni yang lain.

Beberapa rumah yang tidak lagi di tempati penghuninya, terlihat tertutup rapat. “Jika bisa segera ditangani dengan cepat, maka bisa diisi oleh calon penghuni lain yang sudah lama mengantri,” kata penghuni Rusunawa lainnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Setda Lumajang, Ir. Nugrowo Dwi Atmoko, yang juga merangkap Plt Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lumajang, menyampaikan, dirinya belum menerima laporan atas kondisi perkembangan Rusunawa.

“Saya belum dapat laporan rinci dari teman-teman karena baru dua kali ke sana mas,” ungkapnya saat dikonfirmasi lewat WA.

Sekedar diketahui, Rusunawa diperuntukkan bagi masyarakat Lumajang yang berpenghasilan rendah (dibawah UMK Lumajang sekitar Rp 1,5 juta/ bulan) dan belum memiliki rumah layak huni. Sewanya, pun tidak lebih dari 6 tahun.

Artinya, setelah 6 tahun mereka diharapkan mereka sudah bisa memiliki rumah sendiri atau sudah mampu menyewa rumah lebih dari Rusunawa.

Dari data yang ada, terdapat 198 KK yang menempati Rusunawa lengkap dengan fasilitas dapur, kamar mandi, dan ruang tamu. Bahkan di dalamnya ada ruang pertemuan/ rapat cukup besar.

Jika dibandingkan dengan rumah sewa lainnya, sewa Rusunawa tergolong sangat murah. Untuk lantai paling bawah Rp 100 ribu, lantai dua Rp 80 ribu, lantai tiga Rp 60, lantai empat Rp 40 ribu/ bulan.

“Khusus lantai bawah sendiri untuk lansia dan difabel. Rusunawa ini baru ditempati oleh para penyewa pertama sejak 2015 – 2021,” jelas Nugroho.

Akhir tahun 2017 dari data di Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lumajang, ada sekitar 278 lebih calon penghuni baru Rusunawa.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here