RSUD Sumenep Gelar Pembukaan Survey Penilaian Akreditasi Rumah Sakit 2017

Pembukaan Survey Penilaian Akreditasi Rumah Sakit 2017

Reporter: Liq

SUMENEP, Selasa (28/2/2017) suaraindonesia-news.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melaksanakan Pembukaan Survey Penilaian Akreditasi yang dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS ) Jakarta di ruang Aula RSUD setempat. Selasa (28/2/2017).

Kegiatan yang direnakan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 28 samapi 2 Maret 2017 ini di meriahkan oleh tarian muang sangkal dan dilanjutkan lagu Indonesia Raya dan lagu Mars RSUD Sumenep.

Turut  hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Hadi Sutarto, Derektur Rumah Sakit Moh. Anwar dr. Fitril Akbar, Survior dr. Petrus Maturbongs, M. Kes, dr. Rahmi Handayani, Sp, Kj, MARS., Nilwati, S. Kp, M,Kes. Dan diikuti oleh para medis, dokter, perawat dan bidan.

Derektur Rumah Sakit H. Moh. Anwar Sumenep dr. Fitril Akbar dalam sambutannya menjelaskan kalau rumah sakit ini adalah sebagai rumah sakit daerah yang telah menjadi rumah sakit rujukan bagi warga Sumenep juga termasuk dari Kepualauan.

“Kami terus berkomitmen dalam meningkatkan kapasitasnya. Salah satu upaya peningkatan mutu pelayanannya ialah dengan menggelar kegiatan akreditasi rumah sakit,” kata Fitril.

Sementara Sekretaris daerah Hadi Sutarto dalam sambutannya mengatakan bahwa secara administratif Kabupaten Sumenep memiliki 27 kecamatan, 330 desa dan 4 Kelurahan, sedangkan secara Geografis terbagi 2 bagian, yaitu 57 persen daratan dan 43 persen kepulauan dengan jumlah pulau mencapai 126 pulau dan memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa.

“Sampai saat ini Kabupaten Sumenep hanya memiliki fasilitas rumah sakit umum sebanyak dua buah diantaranya rumah sakit umum daerah H.Moh.anwar dan satunya dikelolah oleh pihak swaasta,” terang Hadi Sutarto.

Selain itu kata Sutarto, Sumenep juga memiliki puskesmas 30 buah, puskesmas pembantu  71 buah dan ponkesdes bersalin 332 buah. Sedangkan sejak tahun 2012 lalu rumah sakit H.Moh. Anwar secara resmi ditetapkan sebagai badan layanan umum daerah (BLUD) dan sebagai BLUD menjadi keharusan untuk terus meningkatkan standar pelayanannya agar pelayanan berjalan maksimal. ujarnya.

“Tentunya masyarakat yang begitu tinggi terhadap pelayanan kesehatan bukan menyurutkan langkah semangat tetapi harus meningkatkan motifasi untuk melayani masyarakat secara optimal,” jelasnya.

“Rumah sakit tidak cukup bila hanya menawarkan pelayanan dengan konsep asal selamat , “tetapi yang lebih urgen bisa memberikan pelayanan dengan standar profesi yang tinggi,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, menurut Sutarto, rumah sakit tidak hanya berfungsi untuk kegiatan mengobati tetapi merupakan tempat meningkatkan status kesehatan individu sehingga kualitas kesehatan dan manusia meningkat.

Ia berharap momentum penilaian Akreditasi RSUD dr.H. Moh. Anwar ini bisa menambah semangat seluruh karyawan dan tenaga medis dirumah sakit, supaya terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Kita harus buktikan bahwa rumah sakit kebanggaan masyarakat ini tidak kalah dibandingkan rumah sakit lainnya baik di Sumenep maupun di daerah lain,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here