Ribuan Nelayan Lamongan Gelar Aksi Tolak Larangan Cantrang

Ribuan Nelayan Lamongan gelar aksi tolak cantrang

LAMONGAN, Senin (08/01/2018) suaraindonesia-news.com – Ribuan nelayan Lamongan yang tergabung dalam Aliansi Nasional Nelayan Indonesia (ANNI) menolak larangan penggunaan alat tangkap cantrang. Aksi yang dilakukan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, mendapat pengawalan ketat dari polisi.

Dalam tuntutannya, nelayan menolak kebijakan Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan terkait pelarangan alat tangkap cantrang dan Payang.

Massa melakukan longmarch dari kantor Rukun Nelayan Brondong menuju pelabuhan yang berjarak 1 Km. Mereka menuntut agar pemerintah mengembalikan legalitas penggunaan alat tangkap jenis payang atau yang oleh nelayan Lamongan dikenal dengan nama cantrang.

Alat cantrang sudah dipakai secara turun-temurun oleh nelayan. Cantrang, adalah alat tangkap ikan tradisional bukan alat perusak atau bom ikan.

Sempat terjadi aksi dorong antara polisi dan nelayan karena ingin masuk ke pelabuhan untuk membawa keranda mayat.

“Kami mohon agar presiden membuat kebijakan terkait pelarangan penggunaan cantrang ini, apabila tidak diperhatikan kita siap berangkat ke Jakarta untuk menyuarakan aspirasi nelayan,” kata Korlap aksi yang juga ketua ANNI Lamongan, Agus Mulyono di lokasi, Senin (8/1/2017).

Baca Juga: Ratusan Nelayan Pamekasan Gelar Aksi Tolak Kebijakan Pemerintah 

“Unjuk rasa ini sebagai gerakan awal para nelayan Lamongan untuk menuntut agar Permen KKP yang melarang penggunaan alat tangkap cantrang segera dicabut,” tegasnya.

Agus menambahkan kebijakan yang sudah berjalan 3 tahun dampaknya dirasakan nelayan dan masyarakat pesisir pantura secara luas. Minimnya hasil tangkapan, lanjut Agus, menyebabkan jumlah pengangguran semakin bertambah dan kesejahteraan masyarakat pesisir pun menurun drastis.

“Pada 17 Januari nanti, jika aksi kami ini tidak ditanggapi, kami akan datang ke Istana Negara untuk bertemu langsung dengan presiden,” Pungkasnya.

Aksi ini tidak hanya diikuti nelayan, warga yang sehari-hari bekerja di TPI, di antaranya ibu-ibu berprofesi sebagai pemilah ikan, tukang pikul, tukang cuci kapal, tenaga bongkar ikan, penjual, pemborong dan suplier ikan, juga turun ke jalan.

Layaknya aksi unjuk rasa, ribuan nelayan ini juga membawa poster dan spanduk berisi tuntutannya. Poster dan spanduk bertuliskan “Parade Keprihatinan Nelayan dan Masyarakat Perikanan Lamongan Atas Segala Ketidakadilan Tterhadap Nelayan Payang Lamongan”, Kembalikan Legalitas Payang”.

Ribuan orang ini juga menandatangani kesepakatan dan meminta legalitas penggunaan alat tangkap cantrang oleh perwakilan dari kelompok nelayan dan pekerja di kompleks TPI. puas melakukan aksi, massa membubarkan diri dengan tertib ke rumah masing-masing.

Sementara aksi di kantor TPI Brondong menuju ke Pelabuhan Perikanan Nasional Brondong juga membuat jalan Daendels macet total. Hal ini terjadi, karena nelayan menutup semua badan jalan saat aksi longmarch berlangsung.

Reporter : Agus Fitrianto
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here