Resmi Diterima KPU, Pasangan H. Edgar Suratman – Welly Ginanjar Fokus pada Program Ngabogor

BOGOR, Kamis (11/1/2018) suaraindonesia-news.com – Pasangan calon Walikota Bogor dari jalur perseorangan H.Edgar Suratman – Welly Ginanjar didampingi tim pemenangan dan simpatisan datang ke Komisi Pemilihan Umum Kota Bogor untuk mendaftarkan diri, Rabu (10/01).

Sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua ikut mengantar pasangan dari jalur perseorangan ini, setibanya di Kantor KPU Kota Bogor, pendaftaran diterima oleh staf KPU Kota Bogor, dilanjutkan pemeriksaan berkas pendaftaran yang disaksikan oleh Panwaslu Kota Bogor.

Dalam sambutannya, H. Edgar Suratman mengatakan bahwa pasangannya berkomitmen untuk membangun kearifan lokal di Kota Bogor.

“Sebaik baik visi dan misi strategis, jika tidak mempunyai karekter, maka jati diri pasti tidak bisa produktif, efektif, dan kami akan mengedepankan pembangunan karakter bersama semua elemen baik birokrat dan masyarakatnya,” ungkapnya.

Selain itu kata H. Edgar Suratman, pasangannya bertekad dan berusaha seoptimal mungkin sehingga masyarakat memberikan amanatnya kepada pasangannya, dan dirinya berkeyakinan akan bisa memperbaiki pembangunan Kota Bogor baik fisik maupun non fisik.

Setelah lolos dan resmi dan diterima oleh Komisi Pemilahan Umum (KPU) Kota Bogor sebagai peserta calon walikota dan wakil walikota di Pilkada Kota Bogor 2018, dirinya dan wakilnya fokus terhadap program-program yang sudah disiapkan, yaitu program Ngabogor.

“Program Ngabogor itu pengertiannya luas dan punya tiga makna, yaitu Ngabogor Bodas, Bulao dan Hejo. Dari program tersebut memiliiki filosofi, dimana didalamnya terkandung program untuk membangun karakakter (jati diri) kearifan lokal,” ujarnya.

Mantan Birokrasi ini juga mengaku, bahwa dirinya sudah merasakan manis asemnya di biroksi, jadi dia tahu betul apa yang diinginkan dan dirasakan oleh birokrat.

“Kalau berbicara birokrasi, saya sudah merasakan manis asemnya birokrasi, jadi saya ini bukan pengamat atau pemerhati tapi pelaku dan tahu betul apa yang dirasakan birokrat,” ujarnya.

Dikatakan H.Edgar, bahwa Ngabogor ini sudah memiliki Perwali, meski baru di pendidikan, maka dirinya meyakini bahwa filosofi itu menjadi acuan. “Bukan hanya pegangan, dalam rangka kebijakan program tapi menjadi filosofi bagi orang Bogor,” pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here