Reka Ulang, Polisi Hadirkan Tersangka ‘si Pembunuh Berdarah Dingin’

Reka ulang kasus pembunuhan

GRESIK, Selasa (13/6/2017) suaraindonesia-news.com – Reka ulang Polisi menghadirkan, tersangka Ilham Rois (41) yang tak lain adalah suami korban, dalam rekonstruksi pembunuhan Utie Anistanti (40) di areal persawahan Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jawa Timur, Minggu (11/6/2017).

Tersangka sempat melarikan diri ke Jogyakarta usai menghabisi istrinya. Namun, jejak tersangka terlacak oleh polisi sebelum akhirnya tertangkap.

“Ada sekitar 16 adengan yang dilakukan tersangka dalam rekonstruksi itu yang didatangi ratusan masyarakat yang ingin menyaksikan secara dekat pelaku pembakaran korban,” kata Wakapolres Gresik, Kompol Wahyu P. Utama kepada media di lokasi rekonstruksi beberapa waktu lalu.

Tersangka, Ilham Rois sebelum tega membakar istrinya itu dilatarbelakangi rasa cemburu saat mengetahui istrinya berbuat selingkuh dari SMS.

Mengetahui hal itu, tersangka selanjutnya mengajak korban keluar rumah untuk membeli gado-gado sambil membeli 3 liter bahan bakar minyak (BBM).

“2 Liter dimasukan kedalam sepeda motor yang 1 liter ditaruh di timba kecil,” sambungnya.

Selanjutnya, tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan di areal persawahan. Ajakan tersangka langsung di iyakan oleh korban tanpa ada rasa curiga.

Nah, saat berhubungan badan itulah tersangka melihat ada bekas kecupan di dada korban.

“Disitulah mulai timbul cekcok dan akhirnya istri dipukul dan dicekik kemudian dibakar, istrinya sempat berdiri dan meminta tolong,” kata Kompol Wahyu.

Reka ulang tersebut juga dihadiri oleh Wellem Mintarja selaku penasehat hukum dari tersangka, Wellem membenarkan pelaku melakukan tindakan pembunuhan tersebut didasarkan karena rasa cemburu yang berlebihan.

“Rois bagaikan pembunuh berdarah dingin,” kata Wellem.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 15 UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan KHUP pasal 340 tentang pembunuhan berencana. Ancaman Hukumannya pidana seumur hidup atau mati.

“Sengaja direncanakan, itulah yang nanti akan kita patahkan di persidangan,” tegasnya Wellem.

Wellem juga menambahkan, Rois sangat mencintai istrinya. Karena itu dia sangat menyesali perbuatannya. Korban tewas di lokasi dan ditemukan petani, pada Kamis (8/6/2017) lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here