Puskesmas Sarageni Diduga Lakukan Pungli Terhadap Pasien Bersalin

Puskesmas Sarageni

LEBAK, Kamis (12/10/2017)  suaraindonesia-news.com – Puskesmas Sarageni Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) terhadap para pasien ibu bersalin sebesar Rp 500.000 hingga 700.000 saat melakukan persalinan.

Pungli tersebut sudah berjalan sejak lama, namun hingga kini belum ada tindakan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.

Sejumlah ibu bersalin yang berhasil dikonfirmasi mengaku terpaksa harus mengeluarkan uang ratusan ribu saat bersalin di Puskesmas Sarageni. Karena jika tidak memberikan uang sesuai yang di minta pihak Puskesmas hawatir tidak mendapatkan perawatan dan pelayanan yang maksimal sesuai Standar Oprasional Prosudur (SOP) yang di berikan kepada ibu bersalin.

“Saya bukan karena mampu membayar biaya persalinan, ini karena keterpaksaan yang harus saya keluarkan uang karena saya takut gak di layani,” kata Nia warga Cipancur salah satu korban pungli saat bersalin beberapa waktu lalu.

Hal yang sama juga di alami Arsah dan Sulastri warga Rancagede Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, dirinya mengaku merasa keberatan saat bersalin di Puskesmas Sarageni yang jaraknya hanya puluhan meter dari kediamanya yang di haruskan membayar uang bersalin sebesar Rp 600.000 oleh salah satu bidan yang menangani persalinanya.

“Saya kaget, saat bidan yang menangani menyuruh saya harus membayar biaya bersalin sebesar enam ratus ribu, dengan berat hati terpaksa bayar,” ujar Sulastri.

Sementara Iyas Kepala Desa Jayasari merasa prihatin adanya permintan uang dengan cara tidak elok kepada setiap ibu bersalin yang dilakukan pihak Puskesmas.

Permintaan uang yang terkesan dipaksa tersebut terjadi merata tanpa melihat status ekonomi dan sosial ibu bersalin warga Jayasari yang nota bene keluarga tidak mampu.

Iya mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak segera menindak oknum bidan yang telah melakukan tindakan melawan hukum dan mengevaluasi pejabat Puskemas Sarageni yang telah melakukan pembiaran terhadap pungli tersebut.

“Saya minta Dinas Kesehatan selaku pihak yang bertanggung jawab segera menindak oknum bidan yang telah melakukan pungli dan mengevaluasi pejabat PKM Sargeni. Selain itu saya juga minta bidan tersebut di mutasi ke Puskesmas lain agar tidak bikin gaduh warga Jayasari,” tegas Iyas.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, H. Sukirman mengaku belum mengetahui adanya praktek permintaan uang yang dilakukan Puskesmas Sarageni terhadap pasien bersalin.

Namun pihaknya berjanji Tentunya,pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak secepatnya akan menelusuri informasi berita tersebut.

“Terima kasih atas informasinya, kita akan telusuri,” imbuh H Sukirman melalui pesan elektroniknya, Kamis (12/10). (A.Kohar/Jafar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here