Puluhan Nelayan Kecewa Terhadap Petronas

Audensi Nelayan Sampang Kecewa Petronas

Suara Indonesia-News.Com, Sampang–Puluhan nelayan dari Desa Tamberu Timur, Desa Tamberu Barat, Desa Banyuates, Desa Nepah dan Desa Betioh mendatangi kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sampang. Nelayan menanyakan kejelasan kompensasi kegiatan eksplorasi Minyak dan Gas (Migas) oleh Petronas berujung dengan kecewa.

Sayangnya, pihak Petronas tidak hadir di tengah-tengah nelayan Pantura. Mereka hanya di temui oleh Wakil Bupati Sampang, Fadhilah Budiono, Asisten II, Syamsul Hidayat dan Diruktur Utama BUMD Triple S.

Para nelayan ini berharap bisa beraudiensi langsung dengan pihak Petronas. Sebab, selama ini para nelayan tersebut tidak pernah dilibatkan oleh Petronas semenjak kegiatan eksplorasi. Sedangkan dengan kegiatan Petronas tersebut berdampak kepada hasil tangkapan para nelayan di pantai utara Sampang semakin menurun.

“Kami hanya ingin minta pejelasan terkait hak rakyat pantai utara, apa yang seharusnya diterima dari kegiatan migas, yang menurut analisis lingkungan ditetapkan sebagai daerah terdampak,” kata Tamsul dari Madura Development Watch (MDW) yang mendampingi puluhan nelayan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Asisten II Pemda Sampang, Syamsul Hidayat mengatakan bahwa selama ini yang dia ketahui, Petronas telah memberikan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) senilai Rp. 600 juta terhadap warga di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Banyuates, Sokobenah dan Ketapang.

“Ada tiga macam bentuk CSR yang diberikan, diantaranya pelatihan kerja selama sebulan yang melibatkan 3 kecamatan. Dan juga rehabilitasi gedung madrasah dan MCK. Jadi hanya itu yang saya ketahui, untuk sosialisasi Petronas saya kurang paham karena adanya kesibukan lain,” jelas asisten II Pemkab Sampang.

Namun para nelayan kurang puas dengan penjelasan dari Asisten II. Untuk menindaklanjuti kekecewaan para nelayan, akhirnya Pemda Sampang berencana menjadawal ulang pertemuan antara Petronas dengan para nelayan pantai utara.

“Paling lambat hari Kamis yang akan datang, Petronas harus bisa dihadirkan. Kalau tidak ada iktikad baik maka akan menjadi bumerang bagi Petronas,” tegas Tamsul. (nor/luk).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here