Pulau Pasir Putih Dan Pulau Karamat Menghilang

Pulau Pasir Putih Dan Pulau Karamat Menghilang

Sumenep, suaraindonesia-news.com – Akibat eksploitasi pasir secara besar-besaran  oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dua pulau yang ada di kecamatan Gili Genting Sumenep menghilang, dua pulau yang terletak di sebelah barat Pulau Gilingan tersebut, saat keberadaannya sudah tidak dapat terlihat dari permukaan alias menghilang.

Kedua pulau tersebut yakni pulau pasir putih dan pulau keramat di ketahui menghilang setelah Bambang Prayogi ketua komisi B DPRD Sumenep, meninjau pelaksanaan pembanguan PLTS di kecamatan Gili Genting beberapa waktu lalu.

Menrut Bambang, hilangnya kedua pulau tak berpenghini tersebut, di duga akibat penambangan pasir dan batu yang di lakukan oleh warga luar Sumenep, dengan menggunakan alat penyedot demi mencari keuntungan pribadi,  sehingga pasir dan batu yang ada di pulau tersebut cepat habis dan keberadaan dua pulau tersebut menghilang dari permukaan.

Bambang menambahkan, para penambang liar sebelumnya sudah pernah diusir oleh warga setempat, namun para pelaku tetap saja tidak menghiraukan, dan mereka mengklaim dua pulau tersebut milik pemerintah Kabupaten Pamekasan yang bersebelahan dengan Kabupaten Sumenep.

Ketua Komisi B DPRD Sumenep, bersama rombongan Kantor ESDM, sempat melihat kondisi Pulau Pasir Putih dan Kramat yang rata dengan laut akibat dieksploitasi secara massal.

“Mungkin dua pulau itu pasirnya sudah habis, sehingga pulau tersebut rata dengan tanah,” tutur Bambang, Selasa (14/05).

Bambang menilai aksi penambangan yang dilakukan warga luar Kabupaten itu merupakan tindakan pencaplokan, sehingga Pemerintah Kabupaten Sumenep perlu melakukan langkah konkrit agar para penambang pasir liar tersebut tidak semakin merajalela, sebab kegiatan penambangan dikhawatirkan akan merambah ke Pulau sekitar yang berpenghuni.

Sementara itu, Bupati Sumenep, A Busyro Karim, menjelaskan, pihaknya memang telah mendapat laporan tentang masalah tersebut, tetapi ia masih belum bisa memastikan dua Pulau itu benar-benar hilang atau hanya diambil pasirnya saja.

Busyro, berjanji, dalam jangka waktu dekat ini pihaknya akan mengecek langsung kelapangan untuk melihat kondisi dua Pulau itu yang dikabarkan hilang akibat dieksploitasi. “Secepatnya kami akan akan mengecek kondisi dua pulau tersebut, untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya, selanjutnya akan berkordinasi dengan Pemkab Pamekasan,” katanya.

Sedangkan di Kabupaten Sumenep memiliki 126 Pulau dan 48 diantaranya berpenghuni, sedangkan sisanya 78 belum berpenghuni.

Reporter : Udiens/Zai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here