Proyek Bronjong Kali Kemuning Bermasalah

Foto proyek kantor DKPP Molor

Sampang, Suara Indonesia-News.Com–Pengerjaan pembangunan Bronjong Kali Kemoning yang diduga tidak sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB), membuat anggota legislatif dan kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang terjun ke lokasi di Desa Tanggumong Kecamatan Kota.

Pantauan di lokasi, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sampang Aulia Rahman menuturkan, bahwa pengerjaan pembuatan bronjong Kali Kemoning yang saat ini sudah hampir selesai memang perlu ada perbaikan dan pembenahan terutama kepada Dinas PU Pengairan dan rekanannya.

Sebab, material batu yang digunakan masih di bawah standart. Bahkan, batu yang digunakan tampak seperti batu berjenis batu kapur yang tidak semestinya digunakan dalam proyek pembuatan bronjong kali tersebut.

“Untuk material batunya memang ada, tapi jenis batunya tampak seperti batu jenis sirtu yang tidak semestinya digunakan untuk proyek ini. Oleh sebab itu, kita lihat nanti Rab-nya. Apakan sesuai apa tidak, jika tidak, kami akan lakukan pemanggilan kepada pihak PU Pengairan dan rekanannya,” terang Aulia Rahman, kemarin.

Sementara itu pihak Kejari yang di wakili oleh Kasi Intel Sucipto menjelaskan, selain batu material yang kurang layak digunakan, pihaknya menilai jika ada pengurangan undakan yang semula berjumlah 12 menjadi 11 undakan serta adanya pemanjangan jarak bronjong. Meski demikian, Sucipto mengaku belum bisa memberikan kesimpulan mengenai temuan tersebut.

“Kami belum bisa memberikan kesimpulan, sebab kami masih belum tahu dokumennya. Jadi kami akan mempelajari dulu,” tandasnya.

Terpisah, Kabid Bina Manfaat PU Pengairan Zainullah mengaku batu material yang digunakan sudah cukup layak dari segi teknik. Akan tetapi pihaknya tidak bisa mengelak jika saat ini ada pengurangan undakan. Hanya saja pengurangan itu dialihkan pada pemanjangan bronjong pada tebing sungai yaitu semula hanya 51 meter menjadi 56 meter.

Sehingga menurutnya, perubahan itu diakuinya tidak serta merta merugikan pihak negara maupun tidak menguntungkan bagi rekanan.

“Alasan pengurangan undakan itu dikarenakan atas dasar permintaan masyarakat yang kesulitan jika mengambil air di Sungai Kali Kemuning. Kemudian untuk menyesuaikan ketinggian bronjong baru dengan bronjong lama. Atas dasar itulah selanjutnya kami evaluasi dan dari hasil evaluasi itulah kami mengijinkannya,” pungkasnya.

Sekedar di ketahui, kegiatan pembangunan bronjong di sungai Kali Kamuning bertujuan untuk mengendalikan banjir pada daerah tangkapan air dan badan-badan sungai dengan besar anggaran sebesar Rp 293.469.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2014 yang dilaksanakan oleh CV Liga Utama. (luluk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here