Provinsi Jambi Butuh Banyak Tenaga Dokter Spealis

Gubernur Jambi saat memberikan kata sambutan

Reporter: Inro
Jambi, Senin (16/1/2017) suaraindonesia-news.com – Gubenur Jambi Zumi Zola Zulkifli menghadiri  pelantikan dan sumpah Dokter ke-17, Yudisium dan pelantikan Sarjana Kedokteran ke-26, serta Yudisium dan pelantikan Sarjana Keperawatan ke-12, di Balairung Pinang Masak Univeristas Jambi, Senin (16/2).

Turut mendampingi Wakil Rektor bidang akademik, Prof. Dr. Ir. H. RA MUTHALIB, M.S. Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Dr. dr. HERLAMBANG, Sp.OG., KFM

Dikatakan Zumi Zola Zulkifli, mengharapkan para lulusan bisa menjadi dokter yang profesional dan bisa menjadi kebanggaan Provinsi Jambi serta dapat melayani masyarakat.

“Para lulusan dan para Dokter maupun Perawat yang telah dilantik hari ini bisa bekerja profesional dan menjadi kebanggan bagi kita semua,”katanya.

Usai dilantik ini para  persoalan magang berharap agar untuk semua lulusan Dokter, bisa di tempatkan di Jambi dulu, jangan memikirkan untuk berkeluarga dulua.

“Saya akan memperjuangkan, untuk meminta pada Kementerian kesehatan agar dapat memberikan kuota magang nya di Jambi, karena ini merupakan investasi dan aset bagi kita, soalnya banyak Dokter terbaik kita yang mendapatkan magang di luar Jambi dan menetap di sana, dan itu sangat di sayangkan,”katanya.

Untuk Provinsi Jambi itu sendiri masih kekurangan akan tenaga dokter spesialis sehingga perlu adanya SDM yang berkualitas.

“Apalagi yang dikatakan oleh Dekan FKIK ini jangan mendatangkan akan tenaga-tenaga kedokteran dari luar jambi, tetapi harus tetap dibutuhkan,”tegasnya.

Sementara ini standar dari FKIK itu masih status standar C atau khusus umum belum tingkat kualitas B.

Dalam pelantikan yang langsung dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu kesehatan Unja tersebut, diikuti oleh 56 peserta yang dilantik untuk menjadi dokter, 28 peserta dilantik menjadi keperawatan dan 65 sarjana Kedokteran.

Sementara itu  Dr. dr. Herlambang, dalam sambutannya menyampaikan agar para mahasiswa yang baru dilantik, dapat memahami dan matuhi kode etik kedokteran, Sehingga dalam segala tindakannya yang berkaitan dengan profesi harus sesuai dengan kode etik yeng telah ditetapkan.

“Semua dokter maupun perawat yang telah dilantik saya harap bisa memahami dan matuhi kode etik yang ditetapkan, ada rahasia yang pasien yang harus di jaga oleh dokter, tidak harus dikonsumsi oleh masyarakat, lain halnya jika penyakit pasien tersebut untuk pengembangan keilmuan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here