Proses Pencalonan Walikota Probolinggo, DPC PDIP Diminta Setor Rp 150 Juta

Foto: Kusnadi, saat rapat koordinasi di aula kantor DPC PDIP Kota Probolinggo di jalan Brantas, Kelurahan Pilang. (Foto: Singgih Wijanarko/SI).

PROBOLINGGO, Selasa 22-Agustus-2017) suaraindonesia-news.com – Proses pencalonan Walikota Probolinggo, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Probolinggo, diminta setor dana sebesar Rl.150 juta,- kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Propinsi Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi saat rapat koordinasi di aula kantor DPC PDIP Kota Probolinggo, di jalan Brantas 11 Kelurahan Pilang, Selasa sore (22/8)

Menurut Kusnadi kepada sejumlah wartawan menjelaskan bahwa hal itu memang benar adanya.

“Kami memang meminta dana itu, namun itu bukan untuk kepentingan pribadi. Ini untuk kepentingan survey para calon yang berangkat melalui PDIP,” jelasnya.

Ditegaskan pula oleh Kusnadi, kalau dana itu diminta dari DPC PDIP di masing-masing Kabupaten dan Kota yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2018 mendatang.

“Kami juga tekankan, dana tersebut bisa diambilkan dari kas DPC PDIP atau urunan para calon yang akan berangkat dari kendaraan PDIP ini,” tambahnya. Baca Juga: Program APP dari Pemprov Jatim Tak Banyak Diketahui Masyarakat Probolinggo

Kusnadi sendiri menargetkan untuk menang dalam Pilkada di Kota Probolinggo ini. “Untuk Kota Probolinggo saya pastikan PDIP harus dan pasti menang. Sebab berturut turut PDIP menang terus,” ungkapnya.

Untuk Pilkada Jawa Timur, Kusnadi menjelaskan bahwa sampai saat ini masih ada satu calon yang mendaftarkan sebagai Calon Gubernur Jawa Timur pada Pilkada mendatang.

“Yang sudah mendaftar itu hanya Gus Ipul dan itu satu satunya yang mendaftar di DPD  PDIP Jatim,” ujarnya lagi.

Kusnadi sendiri tidak mengetahui jika ada calon yang mendaftarkan dirinya melalui DPP PDIP di Jakarta.

“Tapi kalau para calon daftarnya ke DPP itu saya yang tidak mengetahui. Yang jelas sampai saat ini, calon yang mendaftarkan ke DPD PDIP hanya Syaifullah Yusuf, yang lebih populer disebut Gus Ipul,” pungkasnya. (Singgih Wijanarko).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here