Proses Pembuatan Keris Satu Keris Butuh Waktu 40 Hari

Proses Pembuatan Keris

Satu Keris Butuh Waktu 40 Hari

 

Sumenep, suaraidonesia-news.com – Membuat sebilah keris, tidak semudah yang kita bayangkan, untuk membuat sebilah keris, ada yang membutuhkan waktu antara satu minggu hingga empat puluh hari.

Ruksam (45) pengrajin keris asal Desa Talang kecamatan Saronggi Sumenep, menjelaskan, dalam membuat sebilah keris, butuh waktu antara 1 – 8 hari atau satu minggu. Jika keris yang di buatnya merupakan pesanan, bisa menghabiska waktu hingga 40 hari.

“ kalau membuat keris pesanan yang bentuknya istimewa, bisa memakan waktu hingga empat puluh hari, tapi harganyaa juga istimewa lho,” tuturnya.

Untuk keris pesanan istimewa, Ruksam bisa menjual antara Rp.10 hingga 15 juta perbiji, namun untuk pesanan biasa dirinya hanya menghargai Rp. 1 hingga 2 juta perbiji, sebagai pengrajin keris dirinya tidak pernah melayani pesanan keris partaian yang harganya di bawah satu juta.

“ Selama  menjadi pengrajin keris, saya tidak pernah melayani pesanan partaian yang harganya di bawah satu juta, saya lebih suka melayani pesanan istimewa karena harganya juga lumayan,” katanya.

Ahmad (37) warga Desa Gingging kecamatan Bluto Sumenep, yang menjadi penrajin keris sejak usianya baru menginjak 15 tahun, mengaku bersyukur dengan banyaknya pesanan yang di dapat, dalam perbulannya Ahmad bisa menjual keris hingga lima puluh biji, dari penjualannya tersebut dirinya mampu membiayai pendidikan anak anaknya hingga ke perguruan tinggi.

“ Dalam perbulan kami bisa menjual keris hingga lima puluh biji, hasilnya lumayan bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak anak,” katanya.

Di tanya mengenai keris yang di produksi, dia mengaku lebih suka melayani pesanan partaian yang harganya di bawah satu juta, karena untuk partaian proses pembuatannya tidak terlalu jelimet dan memakan waktu lama.

“ kami lebih suka melayani pesanan partaian sekalipun harganya tidak terlalu tinggi, karena hasilnya lebih cepat bisa di belanjakan,” terangnya.

Keris yang di hasilkan empu Sumenep, langsung di jual secara partaian maupun eceran, baik di pasar tradisional maupun internasional, untuk pasar nasional maupun internasional, ada tengkulak yang khusus memasok keris keberbagai pasar, “ untuk pemasaran keris kami tidak terlalu sulit, karena sudah ada tengkulak atau pengepul, yang khusus memasok keris ke berbagai pasar,” kata Ahmad.

Proses pembuatan Keris

Untuk membuat keris di butuhkan waktu yang sangat lama, selain menyiapkan bahan bahannya, juga di butuhkan ritual khusus, seperti selamatan, menyiapkan sesajen, membaca mantra khusus, serta kembang tujuh rupa  untuk mengundang khodim ke dalam sebuah keris yang akan dicipta.

Prosesi ritual pembuatan keris juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan bisa menghabiskan hingga ratusan ribu rupiah, “ proses pembuatan keris biayanya sangat mahal, bisa sampai ratusan ribu,” terang Badrus (40) saat di temuai suara Indonesia-news.com di rumahnya Desa Aeng Tong  Tong kecamatan Saronggi Sumenep, Kamis (25/04).

Setiap akan membuat keris, Badrus selalu melakukan ritual khusus, pasalnya keris yang akan di buatnya merupakan pesanan khusus yang harganya juga sangat tinggi, sehingga dirinya tidak mau sembarangan dalam pembuatan keris.

Badrus mengaku, bahwa dirinya pernah menjual sebilah keris seharaga 30 juta, selain itu juga, kualitas keris yang dibuat olehnya selalu disesuaikan dengan keinginan pangsa pasar, termasuk dengan pesanan.

“Karena kalau membuat keris secara sembarangan dan tidak sesuai keinginan pemesannya, maka kualitas pasar juga akan menurun. Jadi kepercayaan juga sama-sama dijaga. Maka dari itu kami tidak bisa sembarananmembuat keris, selalu mengedepankan kualitas yang baik sehingga tidak mengecewakan pembeli atau pemesan serta produk dan kualitas keris di daerah ini tetap terjaga,” imbuhnya.

 

Reporter : Samak

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here