Presiden Jokowi Hadiri Halaqah Kebangsaan di Ponpest Al-Amin Prenduan

Foto: Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA saat memberikan sambutan dalam acara halaqah kebangsaan.

SUMENEP, Minggu (8/10/2017) suaraindonesia-news.com – Presiden RI Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menghadiri halaqah kebangsaan bersama ulama, pengasuh, dan santri berprestasi se-Madura di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (8/10) siang.

Presiden, bersilaturahmi dengan para kiai, ulama, tokoh agama dan masyarakat sekaligus dengan ribuan santri., di dampingi Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo.

Kedatangan Jokowi disambut antusias oleh ribuan santri dan masyarakat yang sudah memadati area sekitar ponpes sejak pagi.

Sebelum menghadiri halaqah, Presiden bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep sekaligus menhadiri acara Hari Perdamaian Internasional yang di gagas Wahid Foundation.

Baca Juga: Presiden Jokowi; Perdamaian Tidak Bisa Dipaksakan Tapi Harus Ditumbuhkan

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Negara besar harus dituntut kompak, Presiden juga mengingatkan, bahwa negara Indonesia merupakan negara besar yang memiliki jumlah muslim terbesar di dunia. Indonesia, memiliki 258 juta penduduk.

“Dalam setiap kesempatan di Internasional selalu disampaikan mengenai kondisi Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia,” ujarnya.

Indonesia, lanjut Presiden, juga memiliki 17.000 pulau yang tersebar di 34 propinsi, 516 kab/kota. Sedangkan di Sumenep saja terdapat 126 pulau. Indonesia juga memiliki 714 suku yang berbeda ditambah dengan 1.100 bahasa lokal yang berbeda.

Dengan jumlah penduduk dan wilayah yang majemuk dan beragam tersebut, Presiden Jokowi mengajak semua pihak untuk terus menjaga kerukunan, kebersamaan dan kekompakan.

“Jangan sampai ada yang besar gara-gara gesekan kecil. Hati-hati dengan media sosial. Di situ banyak isu, banyak hoax atau berita bohong. Jangan segera dipercaya. Kalau terlalu percaya maka dengan mudah di adu domba,” tegasnya.

Santri berprestasi akan diberi beasiswa dengan seleksi menanggapi santri berprestasi, Presiden Jokowi menjelaskan sebanyak 500 santri berprestasi akan diberikan beasiswa tetapi diseleksi. Ini dilakukan karena yang ingin dituju adalah perguruan tinggi terbaik untuk santri-santri terbaik se-Madura.

Baca Juga: Khofifah: Perempuan Harus Jadi Juru Damai

Menurutnya, dengan sumber daya manusia yang baik, maka anak-anak kita menjad hebat. Negara Indonesia juga menjadi hebat, makmur dan sejahtera.

“Kita mempunyai sumber daya alam tapi jika sumber daya manusia tidak diperbaiki akan kalah bersaing dengan negara lain,” tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA mengatakan, kegiatan halaqah kebangsaan dihadiri sebanyak 7.342 santri, guru 1.024 orang, undangan 1.000 orang, santri berprestasi baik akademik dan non akademik, maupun hafal qur’an sebanyak 500 orang.

Disampaikannya, ponpes yang akan berusia 65 tahun ini sudah wakaf, yakni tanahnya telah diwakafkan untuk umat.“Milik semua umat untuk mengembangkan dakwah,” ujarnya.

Tak hanya bersilaturahmi, dalam kesempatan ini Presiden Jokowi juga dikukuhkan sebagai keluarga kehormatan Ponpes Al-Amien Prenduan Sumenep oleh Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi Ponpes Al-Amien kepada Presiden Jokowi yang menjadi presiden Indonesia untuk pertama kalinya berkunjung di Ponpes ini.(Mhd/Ji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here