Polres Sumenep Lakukan Rekontruksi Pembunuhan Satu Keluarga

Adegan

SUMENEP,Suara Indonesia-News.Co – Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan rekonstruksi adegan pembunuhan terhadap satu keluarga, Kamis (29/10/2015).

Adegan tersebut berlangsung tidak di tempat kejadian perkara (TKP) melainkan di tempat lain yang menyerupai TKP. Itu dilakukan guna menghindari dan menjaga keamanan dan psikologi pihak keluarga korban.

Dalam rekonstruksi yang berlangsung dari jam 01.00 itu menghasilkan 12 adegan, mulai dari tibanya pelaku di terminal Sumenep menuju rumah korban, eksekusi korban hingga pelaku bersembunyi di atas rumah sekitar tiga meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Sumenep AKBP. Rendra Radita Dewayana melalui Kabag Humas AKP. Moh. Hasanuddin mengatakan adegan pertama pelaku datang dari terminal wiraraja sumenep sekitar pukul 01.00 wib. kemudian menyelinab di dapur sampai menunggu datangnya istri pelaku (korban) Saradina Rahma, setelah itu pelaku Beni Sukarno masuk ke dalam kamar istri karena istri tersangka berteriak dan pelaku langsung menusuk istrinya (korban), setelah itu datangla ibu mertua pelaku untuk mererai pelaku, tiba-tiba ibu mertua ditusuk dan jatuh di depan pintu kamar istri pelaku.

Hasanuddin melanjutkan, sementara Abd. Rahman bapak mertua pelaku datang membawa pentungan dan memukulkan pentungan tersebut kepada pelaku namun di tangkis oleh dan pelaku menusukkan pisau kearah ketiak bapak mertuanya hingga terpental ke dalam kamar tengah dan jatuh di sebelah tempat tidur, namun bapak mertua masih berusaha untuk berdiri sehingga pelaku menusukkan kembali pisau tersebut ke arah dada mertua. jelasnya.

Sementara Hengki Tornando keponakan pelaku mencoba mererai dengan mengatakan “berhenti om berhenti om” mengetaui hal tersebut pelaku berbalik dan menusukkan pisau tersebut ke arah dada keponakan pelaku dan setelah pelaku menusuk keponakannya itu, pelaku melarikan diri dengan melompat lewat jendela kamar tengah dan melompat pagar.

Sementara Evi Taulah Rahman keluarga korban, meminta tersangka harus di hukum mati.

“Kami minta pelaku di hukum mati biar seimbal, nyawa di bayar nyawa,”kata Evi.

Sebelumnya diberitakan, pelaku yang kesehariannya disapa, Beni, warga Kelurahan Bangselok membunuh istrinya, bapak dan ibu mertuanya sendiri, sekaligus melukai keponakan, sekitar pukul 03.00 Wib.

Pelaku yang sudah siap dengan senjata tajam, akhirnya membabi buta dan melukai ketiganya hingga tewas berlumuran darah.

Korban Suhairiyah (Embeng) dan Abd Rahman (Mang) akhirnya tewas bersimbah darah di tempat kejadian perkara. Sedangkan Saradina Rahman (32) sempat dilarikan ke RSUD Sumenep, namun nyawanya tidak tertolong.

Korban lain, Hengki Turnando yang biasa disapa Nando (17) dan masih berstatus pelajar di salah satu SMAN di Sumenep dalam kondisi kritis. Saat ini, dalam penanganan petugas medis.(Jr/liq).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here