Polres Raja Ampat Selidiki Penyebab Tewasnya Hendrik Tidur Dipelataran Ekon Singing Bar & Cafe

Saat Evakuasi Hendrik, Yang Meninggal Saat Tidur Dipelataran Tempat Hiburan, Ekon Singing Bar & Cafe. Kamis (14/6/2018). (Foto: Zainal La Adala)

RAJA AMPAT, Kamis (14/6/2018) suaraindonesia-news.com – Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat terkait penemuan mayat, di jalan Yamamoribo, Sapordanco, Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, tepatnya dipelataran tempat hiburan, Ekon Singing Bar & Cafe, Kamis (14/6/) pagi.

Polres Raja Ampat mengambil langkah cepat untuk menangani terkait hal tersebut. Ditempat Kejadian Perkara (TKP) Kapolres Raja Ampat, AKBP. Edy Setyanto Erning menyampaikan, pihaknya pagi tadi mendapat informasi dari masyarakat.

“Ada orang yang tidur ditempat hiburan Ekon Singing Bar & Cafe. Kemudian setelah kami cek, yang bersangkutan sudah tidak bernyawa,” katanya.

Dijelaskannya, kepolisian sudah melakukan olah TKP. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait hilangnya nyawa sesorang dlokasii hiburan, Ekon Singing Bar & Cafe.

“Kami akan mengintrogasi (meminta keterangan) pihak keluarga dan pengelola tempat hiburan tersebut,” ujar Kapolres Raja Ampat.

Ditempat kejadian perkara (TKP),salah satu pegawai tempat hiburan Ekon Singing Bar & Cafe, Beny Fernatubun mengatakan,tadi malam pukul 02:00 WIT, dirinya melihat korban dan temannya duduk didepan Ekon Singing Bar & Cafe.

“Pas saya mau kunci pintu,bapaknya (korban) masih mendengkur, ngorok setelah itu saya pulang,” tutur Beny yang bekerja sebagai tenaga admin, di tempat hiburan, Ekon Singing Bar & Cafe itu.

Namun, Beny mengaku, sempat melihat korban sebelum meregang nyawa, masuk kedalam Ekon Singing Bar & Cafe.

“Memang saya lihat dia masuk kedalam. Tapi, saya tidak tahu pukul berapa, korban masuk kedalam,” bebernya.

Beny menjelaskan, sesuai surat edaran Pemkab Raja Ampat, Ekon Singing Bar & Cafe dibuka mulai pukul 09:00 dan ditutup pukul 24:00 waktu setempat.

Informasi yang dihimpun, korban ditemukan yang tidur diareal tempat hiburan yang akhirnya merengang nyawa itu, bernama hendrik. Namun, belum diketahui apa penyebab tewasnya Hendrik.

Sampai saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian (Polres Raja Ampat). Informasi yang dihimpun, Kepolisian (Polres Raja Ampat) tiba kurang lebih pukul 09:30, menemukan korban sudah tidak bernyawa.

Pantauan dilapangan, pukul 12:00 mayat Hendrik dievakuasi ke RSUD Raja Ampat guna untuk diotopsi.

Reporter : Zainal La Adala
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here