Polres Jember Grebeg Home Industri Petasan

Reporter: Adhi

Jember, suaraindonesia-news.com – Polres Jember tidak main-main memerangi petasan/mercon selama ramadhan dan menjelang lebaran. Dalam Operasi Kewilayahan Camer Semeru 2016, tidak tanggung-tanggung Polres Jember berhasil menggerebek empat home industry petasan/mercon dalam waktu seminggu. Ungkap home industry petasan tersebut berkat laporan masyarakat yang mendapat respon cepat polisi.

Home indutri petasan tersebut berada di wilayah Hukum Polsek Mumbulsari, Jenggawah, Sumberbaru dan Bangsalsari. Pada tanggal 14 juni 2016 pukul 16.30 WIB, polisi menggerebek rumah Abusiri, 50 tahun, warga Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbulsari, Jember. Saat digerebek, tersangka Abusiri tengah memproduksi petasan yang dibantu dengan Hari Mulyadi, 55 tahun, warga setempat.

Kedua tersangka yang berprofesi sebagai petani ini sibuk merakit petasan. Mengetahui polisi datang, kedua tersangka tidak bisa berbuat banyak dan pasrah saat ditangkap. Dari rumah tersebut, polisi menemukan bahan-bahan petasan berupa arang halus, sumbu petasan, 2 kilogram serbuk black powder, 4 timba, peralatan pembuat petasan, 150 rangkaian petasan siap ledak dan 1.255 casing petasan dari kertas. Kedua tersangka berserta barang bukti kemudian digelandang ke Mapolres Jember untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Keduanya kini ditahan di Malpolres Jember.

Sementara itu, pada tanggal 18 juni 2016, Polsek Jenggawah berhasil menggerebek home industry petasan yang berada di Desa Rowotengah, Ajung, Jember. Sekitar pukul 13.00 WIB, polisi yang telah melakukan pengintaian langsung melakukan penyergapan di rumah tersangka Misnadi, 41 tahun, warga Desa Rowo Indah, Kecamatan Ajung, Jember. Namun saat akan ditangkap, tersangka berusaha melarikan diri. Tersangka ditemukan bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Tersangka melawan saat akan ditangkap.

Perkelahian pun terjadi. Akhirnya, polisi berhasil melumpuhkan tersangka. Saat digeledah, polisi menemukan 825 butir petasan, 1,5 kilogram black powder dan peralatan pembuat petasan. Tersangka mengaku nekad memproduksi petasan untuk lebaran. Harga tiap rangkaian petasan dijual tersangka dengan harga 30 ribu rupiah. Proses produksi petasan tersebut sudah berlangsung sejak awal ramadhan. Namun akibat perbuatannya, tersangka terpaksa tidak bisa berlebaran bersama keluarganya karena harus mendekam di balik jeruji besi.

Selanjutnya, pada hari minggu tanggal 19 juni 2026 sekitar pukul 01.00 wib, Polres Jember kembali menggerebek rumah produksi petasan di Desa Petung Kecamatan Bangsalsari. Adalah Suharyono, 40 tahun, pembuat petasan yang berhasil ditangkap polisi. Tersangka dikenal di desanya kerap menjual dan membuat petasan. Hasil petasan buatannya, dijual ke lapak-lapak kembang api. Tersangka tak berkutik saat polisi menangkapnya.

Dari rumah tersangka, polisi menyita 4.680 butir petasan siap jual, satu kaleng serbu sumbu petasan, 3.916 buah kasing petasan dari bahan kertas, 5 karton sumbu petasan, 3 kilogram arang halus, 1 kilogram belerang halus dan peralatan pembuat petasan. Tersangka mengaku memproduksi petasan setiap menjelang lebaran. Selain menjual bebas pada masyarakat, tersangka juga menerima pesanan petasan dengan berbagai ukuran. Biasanya, petasan-petasan tersebut dibakar saat lebaran. Kini tersangka mendekam di tahanan mapolres jember.

Sasaran penggerebekan selanjutnya adalah rumah Suyono, 22 tahun warga Desa Karang Bayat Kecamatan Sumberbaru. Rumah Suyono digerebek polisi pada tanggal 20 juni 2016 pada pukul 02.00 wib.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here