Polemik Pengesahan KUA-PPAS, Fraksi Aceh Tegaskan Ingin APBK Murni 2017

Ketua Fraksi Aceh, Zaman Akli

Reporter: Nazli Md

Abdya, Minggu (1/1/2017) suaraindonesia-news.com – Akhirnya Fraksi Aceh yang disebut-sebut menjadi biang kegagalan pengesahan KUA-PPAS tahun 2017 bersuara. Ketua Fraksi Aceh, Zaman Akli menegaskan, kebijakan yang diambil pihaknya hanyalah untuk melahirkan APBK murni yang bermanfaat bagi masyarakat, bukan bagi segelintir kelompok.

Hal tersebut ditegaskan, Zaman Akli menjawab Suaraindonesia-news.com melalui saluran selulernya. Menurutnya, pihaknya tidak ingin masyarakat merasa dimanfaatkan dengan hal-hal yang tidak mereka kehendaki.

”Ini semua kita lakukan untuk masyarakat Abdya, bukan untuk kepentingan tertuntu,”tegasnya.

Zaman Akli menyebutkan, pihaknya memang tidak menghadiri pengesahan KUA-PPAS dikarenakan pihaknya bersama sejumlah anggota dewan lainnya meminta rincian secara ril dan pasti kepada TAPK Abdya terkait anggaran yang diajukan.

“Kita meminta rincian itu, namun pihak TAPK tidak bisa mejelaskan. Ini semua kita lakukan sebagia fungsi anggota dewan sebagai pengawasan yang tertera dalam undang-undang nomor 17 tahun 2014,”tegas Zaman Akli.

Dijelaskan Zaman Akli, rincian anggaran yang diminta secara ril oleh pihaknya tersebut seperti, anggaran rumah tangga bupati dan wakil bupati yang mencapai Rp.1 miliar, makan minum bupati sebesar Rp1,2 miliar, pengadaan kenderaan baru Rp4.430 miliar serta bantuan sosial kepada organisasi sebesar Rp23.943.600 miliar.

“Selain item tersebut masih banyak item-item yang tidak masuk akal, itu yang kita pertegaskan untuk dilakukan pengkajian ulang,”tegas Zaman.

Lebih lanjut, Zaman Akli meminta kepada semua pihak, untuk tidak terus memojokkan anggota Fraksi Aceh yang di DPRK Abdya. Karena, menurutnya, itu dilakukan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan pihaknya.

”Kita semua harus tahu, kami telah menjadi korban dari anggaran yang diajukan yang sangat tidak masuk akal dengan waktu yang diberikan Banggar DPRK Abdya satu setengah hari,”sebutnya.

Pada kesempatan tersebut, Zaman Akli juga menegaskan, pihaknya akan mengesahkan anggaran tersebut bila pemerintah mampu menjelaskan satu persatu penggunaan uang rakyat tersebut.

”Jika TAPK tetap tidak mampu menjelaskan anggaran tersebut, kami pastikan tidak akan ikut paripurna pengesahan,”tegasnya.

Terkait dengan ancaman dua anggota dewan dari partai politik nasional yang akan menarik diri dari Fraksi Aceh, Zaman Akli dengan tegas mengatakan, pihaknya tidak melarang bergabung ataupun tidak dengan fraksi Aceh. Disebabkan, dalam waktu dekat pihaknya akan duduk bersama dengan ketua-ketua parpol yang tergabung dalam Fraksi Aceh.

“Kalau mau keluar silahkan, kami tidak meralarang, jika memang tidak mau ikut dengan kebijakan Fraksi Aceh kitapun akan mengeluarkan setiap anggota yang melanggar,”tuntas Zaman Akli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here