PKL Alun-Alun Kota Batu Dideadline Seminggu Harus Angkat Kaki

PKL Alun-alun kota Batu

KOTA BATU, Selasa (10/7/2018) suaraindonesia-news.com – Walikota Batu Dewanti Rumpoko memberikan dealine tenggang waktu selama satu minggu kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di areal alun-alun kota Batu. Pemberian toleransi itu disampaikan Dewanti saat ditemui usai sidak para PKL alun-alun kota Batu, Selasa (10/7/2018) petang.

Dalam perbincangan dengan PKL alun-alun, Dewanti juga memberikan pengertian bahwa berjualan di areal alun-alun adalah dilarang dan melanggar Perda. Dia juga berharap agar Pemkot Batu dengan pedagang ini bisa sama-sama menguntungkan. Namun dalam perbincangan itu para PKL langsung langsung mengeluhnya.

“Kalau dipindah lalu kami harus berjualan dimana, padahal disini sebagai tempat kami mencari rezeki,” kata salah seorang pedagang mengutarakan keluh kesah kepada Dewanti.

Mendengar keluhan itu, Dewanti menyampaikan bahwa dirinya mengerti kebutuhan para pedagang.

“Tapi kita harus sama-sama saling menguntungkan dan saling mengerti. Itu kan ada foodcourt, nanti akan kita tata, bagaimana enaknya,” ucapnya.

Dewanti memberikan batas waktu kepada para pedagang, Senin (16/7/2018), Dengan berakhirnya batas waktu itu areal alun-alun harus bersih dari PKL. Meski demikian Pemkot Batu kini telah menyiapkan foodcourt untuk para pedagang, setidaknya foodcourt atas bawah tersebut siap menampung 84 pedagang yang telah terdaftar dan minggu depan siap ditempati.

“Kita tidak mau main gusur, artinya kita kosekwesi hari Senin 16 Juli 2018, semua pedagang harus mentaati, tidak ada yang berjualan, bagi para pedagang yang belum tergabung kami persilahkan untuk mendaftar,” jelas Dewanti.

Sementara itu Ketua Paguyuban Pelaku Niaga Sipil (PNS) PKL Kota Batu, Puspita Anggraini mengatakan bahwa dirinya dan PKL lainnya akan menjalankan kesepakatan yang dibuat antara Pemkot Batu dengan PKL. Ia juga membenarkan bahwa dirinya diberikan waktu selama seminggu untuk tetap berjualan di sini.

“Setelah itu kami tidak diberi toleransi, Minggu depan hari terakhir kami berjualan di Alun-Alun kota Batu, berikutnya, Senin libur, karena kawasan Alun-alun Batu steril dari PKL,” ungkapnya.

Lanjut dia, setelah libur PKL alun-alun akan menempati foodcourt tanggal 23 Juli 2018. yang berjualan makanan dan minuman akan ditempatkan di atas. Sementara yang di bawah untuk berjualan souvenir.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here