Pesantren Genre Ajak Generasi Muda Berburu Lailatul Qadar

Para insan Genre dalam acara Ayo Berburu Lailatul Qodar

Reporter : Guntur Rahmatullah

JEMBER, Minggu (18 Juni 2017)  suaraindonesia-news.com РGenre (Generasi Berencana) merupakan program yang diformulasikan untuk remaja agar lebih berkualitas.

Langkah ini merupakan langkah preventif pemerintah melalui BkkbN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) agar para remaja terhindar dari kompleksnya permasalahan remaja seperti pernikahan dini, ketidakpahaman tentang reproduksi sehat, pergaulan bebas, bahaya narkotika yang sudah menyasar para remaja.

Oleh karena itu, Para Insan Genre melalui PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) Kec. Rambipuji menggelar Pesantren Genre bertajuk Ayo Berburu Lailatul Qodar yang bertempat di Pendopo Kantor Camat Rambipuji, 17-18 Juni 2017, dimulai pada (17/6) jam 15:00 WIB hingga (18/6) jam 06:00 WIB.

Kegiatan ini merupakan kegiatan spiritual yang dirancang agar para remaja lebih meningkatkan atensinya dalam bidang keagamaan.

Ketua panitia, Heni Nur Azizah menjelaskan bahwa tujuan acara ini untuk menumbuhkan semangat di kalangan remaja dalam memperoleh Lailatul Qodar pada Bulan Ramadhan kali ini serta akan ditambahkan konseling remaja.

“Salah satu program dalam acara ini adalah pesantren kilat dimana para peserta yang hadir total ada 10 kelompok, masing-masing kelompok diwajibkan membaca Al-Qur’an sebanyak 3 juz secara bersamaan dan ditargetkan dalam waktu 3 jam sudah bisa menghatamkan Al-Qur’an sebanyak 30 juz,” jelasnya.

Heni menyatakan prihatin dengan semakin kompleksnya permasalahan remaja sekarang.

“Saya prihatin dengan remaja sekarang, sangat kompleks permasalahannya seperti kasus aborsi di kalangan anak muda, ¬†kasus hamil diluar nikah dan parahnya masih SMP, pesta miras di kalangan remaja juga marak,” ujar Heni.

Joko Purwadi, Koordinator DP3 AKB (Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) Kec Rambipuji menambahkan sebagai contoh bahwa di daerahnya masih ditemukan remaja umur 17-18 itu sudah hamil

“Contohnya di Kecamatan Rambipuji, ada kegiatan posyandu, ada perempuan usia 17-18 sudah hamil, parahnya itu ditinggal suaminya cerai, nah hal ini dikarenakan tidak adanya pemahaman reproduksi sehat, dengan adanya PIK-R ini supaya masyarakat lebih paham lagi”, ungkap Joko.

Sementara itu, salah satu insan Genre yang hadir pada acara ini,

Noviatul Khofifah (21), seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Jember mengaku senang bisa berkumpul dengan sesama PIK-R se-Kab. Jember, disamping mendapatkan penyuluhan juga dapat nilai religiusnya.

Selanjutnya Joko Purwadi berharap agar para remaja kali ini lebih berkualitas dan terhindar dari kompleksnya permasalahan remaja

“Saya berharap semoga generasi muda sebagai generasi penerus bangsa terhindar dari permaslaahan remaja yang semakin kompleks ini sehingga dengan kegiatan seperti ini apalagi ini momen lailatul qodar, untuk kemudian menjadi insan yang berjiwa spiritual dan berkarakter baik”, tutup Joko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here