Peringatan 13 Tahun Tsunami, Nelayan Aceh Libur Melaut

Sejumlah kapal dan Boat-Boat kapasitas besar serta perahu robin yang terpakir di samping break water kolam labuh PPI Ujung Serangga Susoh, Abdya.

ACEH-ABDYA, Selasa (26/12/2017) suaraindonesia-news.com – Memperingati 13 tahun bencana alam gempa bumi di Aceh, disusul gelombang tsunami pada 26 Desember 2004 lalu, nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) libur melaut.

Pada tanggal 26 Desember sudah diputuskan sebagai hari terlarang melaut di Aceh, karena bertepatan dengan terjadinya bencana alam tsunami yang merupakan hasil keputusan diambil dalam musyawarah seluruh panglima laut di Aceh yang digelar 2005 silam.

“Setiap memperingati tsunami, nelayan tetap tidak boleh melaut sesuai dengan kesepakatan bersama. Karena tanggal 26 Desember di Aceh sedang berduka mengenang bencana Alam yang pernah terjadi,” Kata Yoyoung, salah seorang nelayan di Abdya. Selasa (26/12/2017).

Pantauan awak media, sejumlah nelayan di Abdya mulai tidak melaut sejak tiga hari terakhir, hal itu terlihat dari sebagian besar kapal dan Boat-Boat kapasitas besar serta perahu robin terpakir di samping break water lokasi kolam labuh PPI Ujung Serangga Susoh, dan sebagian nelayan memilih memperbaiki kapal dan jaring- tangkap ikan mereka yang rusak.

“Dengan harapan dan do’a kita panjatkan kepada Allah SWT, korban gempa dan Tsunami Aceh, diterima amal ibadah mereka. Insya Allah jika tidak ada halangan dan rintangan, Rabu 27 Desember para nelayan kembali beraktifitas seperti biasanya,” ujar Yoyoung.

Reporter : Nazli Md
Editor : Panji Agira
Publisher : Tolak imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here