Percepat Pengerjaan Bandara Embarkasi Haji Antara, Pemkab Jember Dan BUMN Tandatangani MOU

Penandatangan nota kesepahaman G to G antara Pemkab Jember, PTPN XII juga Angkasa Pura II tentang pengembangan Bandara Notohadinegoro. (Foto: Guntur Rahmatullah).

JAKARTA, Sabtu (7/7/2018) suaraindonesia-news.com – Pengembangan pembangunan Bandara Notohadinegoro Jember untuk menjadi Bandara Embarkasi Haji Antara terus dikebut, kali ini prosesnya memasuki penandatangan nota kesepahaman antar semua pihak yang terkait baik Pemkab Jember, PTPN XII serta Angkasa Pura II.

Kesepakatan ini merupakan stage awal (dasar), kemudian akan dilanjutkan dengan proses redesign baik basic design dan design detail engineering pengembangan, inilah yang akan menjadi basic planning budget nantinya.

Selain itu juga akan dilakukan penghitungan nilai aset dari masing-masing pihak tersebut untuk lebih mendetailkan kerjasama tersebut.

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaludin menegaskan bahwa kerjasama ini bersifat sinergisitas untuk memenuhi target waktu yang telah ditentukan oleh Presiden RI, Joko Widodo saat berkunjung ke Jember saat dihelatnya Jember Fashion Carnaval, Agustus 2017 lalu.

“Sehingga jalan yang paling cepat, tidak ada transaksi untuk aset ini karena kalau kita harus membeli aset tanah itu akan lama prosesnya,” ungkap Dirut AP II, Muhammad Awaludin dalam press conference usai pendatanganan kesepakatan tersebut, di salah satu hotel daerah Jakarta Selatan, Jumat (6/7/2018) malam.

AP II sendiri dalam kerjasama ini akan menggelontorkan capex senilai Rp. 200 M untuk project G to G yang bersifat joint cooperation.

Anggaran tersebut diperuntukkan penambahan panjang lintasan dari yang semula 1.600 meter akan diperpanjang menjadi 2.250 meter, dan lebar lintasan menjadi 45 meter.

Untuk itu saja pembiayaannya diperkirakan menghabiskan Rp. 100 M, lalu sisanya untuk gedung terminal dan perluasan taxiway serta appron.

“Jadi nanti pesawat Boeing 737-800 bisa masuk ke Jember,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN XII, Berlino Mahendro Santosa mengatakan bahwa momen ini telah ditunggu-tunggu olehnya sejak lama.

“Kami sangat menunggu momen ini karena sebenarnya bandara itu sudah dibangun sejak 2004,” jelas Berlino.

Dalam sinergisitas ini, aset PTPN XII untuk pengembangan bandara ini sebesar 112 hektar tanah.

“Ini akan menimbulkan multiplier effect bagi perkembangan Jember sendiri nantinya,” imbuhnya.

Bupati Jember, dr. Faida, MMR bersyukur atas terlaksananya sinergisitas ini, dia menjelaskan bahwa manfaat Bandara ini akan dirasakan oleh 6 kabupaten di antaranya Banyuwangi, Jember, Lumajang, Probolinggo, Situbondo dan Bondowoso dimana totalnya ada 7,5 juta penduduk sebagai potensi pasarnya.

“Selain itu kami juga akan memperlebar akses jalan menuju bandara menjadi 7 meter dengan panjang kurang lebih 2 kilometer,” ungkapnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here