Percaya Calo Pencatatan Sipil, Ini Akibatnya

JEMBER, Senin (11 September 2017) suaraindonesia-news.com – Warga Desa Jatiagung, Kec. Gumukmas, Imam Tahrir Fauzi mengaku ditipu oleh seseorang yang berinisial RI, warga Desa Menampu, Kec. Gumukmas yang dipercayainya untuk mengurusi Dokumen Kependudukan milik saudaranya.

Tahrir menjelaskan bahwa dirinya diminta oleh saudaranya bernama Joko Suwito, warga Dusun Krajan, Desa Wonorejo, Kec. Kencong untuk dibuatkan KK dan KTP-el.

“Saudara saya, Joko yang telah lama merantau untuk mencari nafkah di Kalimantan, sekarang ingin kembali menjadi warga Jember dengan alamat kelahirannya di Kencong,” ucap Tahrir, Jumat (8/9).

Kemudian Joko yang telah mendapat surat pindahnya dari Kalimantan kesini (Jember, red), lanjut Tahrir, kemudian Joko memintanya untuk mengurusi KK dan KTP.

“Setelah Joko dapat surat pindah, dia minta saya untuk mengurusinya (KK dan KTP, red) karena dirinya masih ada di Kalimantan, belum bisa mengurusi sendiri kesini (Jember, red), tambah Tahrir.

Tahrir pun mengaku telah mendatangi Pelayanan Administrasi Kependudukan yang ada di Kantor Kecamatan Kencong.

“Staf Kecamatan Kencong mengaku mengalami kendala untuk proses download surat pindah dengan alasan sistem offline pada server Dispendukcapil Jember,” kata Tahrir.

Atas kendala ini, Tahrir pun berusaha mencari orang yang bisa membantu dengan cepat proses pembuatan dokumen kependudukan.

Tahrir pun bertemu dengan seseorang berinisial RI yang menyatakan sanggup memproses lebih cepat dokumen kependudukan milik Joko Suwito, RI pun meminta biaya sejumlah Rp. 700ribu kepadanya, dan Tahrir pun setuju dan membayar sejumlah uang yang diminta RI tersebut.

RI pun setelah beberapa hari memberikan copy dokumen kependudukan milik Joko Suwito dengan NIK 3509092309052856.

Namun ketika Tahrir meminta dokumen aslinya kepada RI, lanjut Tahrir, RI menjawab dokumen aslinya tidak terlalu lama akan disusulkan. Tahrir pun ragu atas kevalidan copy dokumen yang diberi oleh RI kepadanya.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Sipil Kec. Kencong, Gatot Dwiarso saat dikonfirmasi media ini terkait hal tersebut, ia menjelaskan bahwa setiap pengurusan dokumen kependudukan pasti mendapatkan tanda terima kepengurusan.

“Setiap orang yang mengurus dokumen kependudukan pasti kami berikan tanda terima dengan catatan semua dokumen yang diperlukan harus lengkap dan pengurusannya tidak boleh diwakilkan (datang sendiri, red),” terang Gatot di ruang kerjanya, Senin (11/9) siang.

Pengurusan dokumen kependudukan, lanjut Gatot, dijamin GRATIS.

“Pengurusannya GRATIS,” ucapnya sambil menunjukkan tanda yang diletakkan di atas meja pelayanan pencatatatan sipil dimana bertuliskan “TIDAK MENERIMA CALO, PENGURUSAN KTP & KK GRATIS”.

Saat media ini berusaha menkonfirmasi kevalidan NIK yang didapat oleh Tahrir dari RI, Gatot menegaskan bahwa dokumen tersebut palsu.

“Ini sudah melenceng, terlihat dari nomer register NIK 3509092309052856, dimana urutan digit kelima dan keenam bukan merupakan kode dari Kecamatan Kencong,” tegasnya.

Ia menguraikan maksud dari sederetan NIK tersebut.

“digit pertama dan kedua (35) itu adalah kode Propinsi Jawa Timur mas, digit ketiga dan keempat (09) adalah kode Kabupaten Jember, nah sedang digit kelima dan keenam ialah kode Kecamatan, Kencong sendiri kodenya seharusnya (02) di NIK ini, tapi mengapa kenyataannya malah (09),” lanjutnya.

Selanjutnya Gatot pun langsung berusaha mengecek NIK di sistim komputerisasi kependudukan sipil, kemudian diketahui bahwa NIK 3509092309052856 tersebut atas nama Mistu, warga Dusun Sumber Klopo, Desa Curahkalong, Kec. Bangsalsari.

Atas kejadian ini, Tahrir menderita kerugian uang sejumlah Rp. 700.000 yang diminta RI tersebut. (Guntur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here