Peras Pejabat Pemkot Batu, Wartawan Gadungan Diciduk Polisi

DP wartawan palsu berkaos orange diciduk Polisi

KOTA BATU, Kamis (11/10/2018) suaraindonesia-news.com – Wartawan gadungan berinisial DP 55 Tahun warga Kelapa Gading, Kelurahan Rembang, Kecamaatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, diciduk polisi Polres Batu. lantaran laki-laki dua anak ini diduga telah melakukan pemerasan dan juga kerap mengancam pejabat Pemerintah Daerah di Malang Raya.

Kasat reskrim Polres Batu AKP Anton Widodo saat ditemui di Mapolres Batu, Kamis (11/10/2018) mengatakan penangkapan itu bermula dari laporan korban yang juga tak lain sebagai pejabat kasi pelayanan kebersihan Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu menerima SMS yang berisi penghinaan yang terjadi pada hari Selasa tanggal 3 September 2018 sekira pukul 20.45 Wib sampai dengan jam 21.35 Wib di Jl. SA’l No 24 Rt 03 Rw 01 Kel. Sisir Kecamatan Batu Kota Batu Jawa Timur.

“Tersangka awalnya mengirim SMS dari nomor 085231595xxx kepada korban dan mengaku sebagai wartawan disebuah surat kabar di Jawa Timur, kemudian pelaku meminta bantuan sumbangan untuk oprasi pada rekanya yang sakit, dengan cara transfer melalui Rek BCA.0901391903.a/n Ary Siswanto,” Kata dia.

Lanjut Anton Widodo, namun permintaan pelaku oleh korban tidak menghiraukan hingga membuat Pelaku yang mengaku bernama Huda itu emosi. Pelaku mengirim SMS kepada korban berisi penghinaan berupa “Dancuk raimu PKI Pengecut Bajingan Asu Bangsat” dan lain-lainnya, namun pelaku ujung-ujungnya pelaku memeras korban dengan sejumlah uang.

Selanjutnya, Petugas melakukan penyelidikan terhadap pelaku laki-laki yang tidak memiliki pendidikan jurnalistik atau wartawal abal-abal ini dan pada hari Rabu tanggal 10 Oktober 2018 sekitar pukul 04.00 Wib di rumah kontrakannya Jl. Kelapa Gading Rt.03 Rw.01 Kec. Sananwetan Kota Blitar. Petugas berhasil menangkap pelaku beserta barang bukti.

Dihadapan Petugas, Pelaku mengaku ada beberapa pejabat dan kantor pemerintahan di Malang Raya serta Universitas yang sudah ditelfon mendapat ancaman dan di mintai bantuan dengan maksud untuk biaya operasi jantung pada temannya yang sakit. Pemerasan yang dilakukan pelaku besarnya bervariasi mulai, Rp 200 ribu, Rp 300 ribu hingga jutaan Rupiah.

Pengakuan DP dihadapan petugas, tindakan criminal yang ditekuinya itu ilmunya berasal dari temannya yang sukses melakukan pemerasan kepada beberapa pejabat, dengan satu tip, salah satunya dengan cara mengertak dengan harapan agar korban takut dan mengirimkan sejumlah uang. Namun ilmu kewartawananya yang dimiliki laki-laki dua anak itu, kata Anton, sama sekali tak dimiliki alias nol.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-undang nomor 11 tahun 20018 tentang ITE dengan ancaman 4 tahun Penjara,” pungkasnya.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here