Pengungsi Rohingya Diamankan Imigrasi Jember

Dari kiri, Kakanim Klas IIA Jember, Kartana, Pengungsi Rohingya, Mir Ahmad, dan Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Firman Napitupulu (Foto: Guntur Rahmatullah / Suara Indonesia News)

JEMBER, Selasa (17/4/2018) suaraindonesia-news.com – Seorang pengungsi Rohingya, Myanmar diamankan oleh Petugas Klas II A Jember karena tidak memiliki dokumen dan ijin tinggal yang sah. Pengungsi yang bernama Mir Ahmad, Rohingya Myanmar ini dijemput dari rumah istrinya yang berlokasi di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

“Kami mendapat informasi dari petugas kami di Banyuwangi bahwa di Kalipuro Banyuwangi ada orang asing yang diduga illegal, lalu kami meluncur ke Banyuwangi, ternyata benar, orang asing tersebut merupakan pengungsi Rohingya Myanmar, saat diperiksa, dia hanya mengantongi kartu UNHCR yang dikeluarkan oleh Malaysia, tanpa dilengkapi dokumen perjalanan dan ijin tinggal yang sah dan kami pun mengamankannya,” terang Kepala Kantor Imigrasi Klas II A Jember, Kartana kepada para awak media, Selasa (17/4).

Kartana menjelaskan bahwa pengungsi ini masuk ke wilayah Indonesia melalui Pulau Rupat Riau pada Desember 2017 bersama istri dan anaknya yang merupakan warga negara Indonesia.

Baca Juga: Jelang Puasa, Polres Jember Tangkap Pengedar Upal 

“Dia masuk ke Indonesia melalui pulau rupat pada 28 Desember 2017, bersama istri dan anakya yang berkewarganegaraan Indonesia, awalnya mereka dari Malaysia, dia tinggal di Kalipuro itu yang merupakan rumah istrinya,” imbuhnya.

Dikutip dari unhcr.org, UNHCR (United Nation High Commisioner for Refugess) merupakan badan bentukan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang berdiri pada tanggal 14 Desember 1950 di Jenewa, Swiss, tujuannya untuk memimpin serta mengkordinasikan langkah-langkah Internasional dalam memberikan perlindungan, bantuan serta pemindahan tempat para pengungsi ke negara penerima.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan pihak Imigrasi Klas IIA Jember, menurut Kartana, ialah melaporkan hal ini kepada UNHCR Indonesia untuk didata ulang, dan selanjutnya akan dikirim ke Rumah Deteksi Imigrasi (Rudenim) Pusat.

Sementara itu, Mir Ahmad saat diwawancara mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang nyaman.

“Negara Indonesia Alhamdulillah, saya pun selamat dulu, saya pun tidak ada negara, saya pun terima kasih, banyak terima kasih kepada rakyat Indonesia,” kata Mir Ahmad, Pengungsi Rohingya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here