Pengamen Jadi Kurir Sabu, Ketangkap BNN

Kepala BNN Kabupaten Lumajang, AKBP Mudawaroh saat menunjukan BB

LUMAJANG, Rabu (16/5/2018) suaraindonesia-news – Kurir sabu ditangkap oleh seksi pemberantasan BNN Kabupaten Lumajang, Minggu (6/5) malam lalu, sekitar pukul 23.00 WIB, di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang jalan A Yani Lumajang.

Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang, AKBP Mudawaroh kepada media menjelaskan jika hasil penangkapan tersebut atas informasi dari masyarakat.

“Yang ditangkap itu inisial MJ (40), laki-laki, warga Kelurahan Tompokersan, pekerjaan seniman (pemgamen),” ungkap AKBP Mudawaroh.

MJ ditangkap dengan kedapatan membawa barang bukti (BB) sabu-sabu seberat 0,26 gram dalam kantong plastik. Selain itu, BB sebuah handphone merk hammer advan.

“Menurut pengakuan MJ, barang haram tersebut didapatnya dari kawanmya di daerah Kecamatan Klakah, dengan inisial HD, yang masih dalam penyelidikan,” bebernya.

Barang haram itu, kata MJ, akan dijual kepada TG, yang saat ini masih dalam penyelidikan. “Hasil tes urine dari MJ sewaktu di kantor BNN Kabupaten Lumajang menunjukan hasil positif, mengandung sabu (methampetamin). Selain sebagai kurir, ternyata MJ juga pemakai sabu,” lanjutnya.

Berdasarkan beberapa alat bukti tersebut, MJ telah melakukan tindak pidana penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika golongan I, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. Yang pada Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 (1) dengan ancaman hukuman paling singkat empat (4) tahun dan paling lama dua puluh (20) tahin penjara.

“Selanjutnya, Seksi Pemberantasan BNN Kabupaten Lumajang, akan melakukan tindakan lebih lanjut dengan menjadikan saudara HD dan saudara TG masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), guna melakukan pengembangan dan mengejar jaringan diatasnya,” paparnya lagi.

Proses hukum lebih lanjut terhadap tersangka MJ, diutarakan AKBP Mudawaroh, telah dilakukan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas ll B Lumajang, sebab pihak BNN Kabupaten Lumajang belum punya ruang tahanan sendiri.

“Tersangka MJ, dalam 20 hari kedepan aka kami tahan guna proses penyidikan awal, selanjutnya apabila hasil penyidikan sudah dinyatakan lengkap (P-21), maka kami akan serahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang untuk proses hukum selanjutnya,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Agira
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here