Penebangan Pohon di Sepanjang Jalan Sumenep Pamekasan Diduga Ilegal

Reporter: Jar

SUMENEP, Jumat (21/4/2017) suaraindonesia-news.com – Sejumlah pohon besar di jalan utama Sumenep-Pamekasan, tepatnya di sepanjang jalan Kecamatan Saronggi ditebang secara massal.

Informasi yang berkembang, penebangan pohon tersebut dilakukan tanpa mengantongi izin resmi dari Pemerintah. Bahkan, hasil penebangannya dikabarkan diangkut keluar daerah Sumenep dengan menggunakan truk.

“Terjadi penebangan pohon jati, kemungkinan besar tanpa ada izin resmi dari Pemerintah disepanjang Jalan Saronggi kurang lebih sebanyak 40 pohon,” kata Aliatin, Jumat (21/4).

Menurutnya, penebangan pohon secara liar tersebut tidak hanya dilakukan di siang hari.

“Tidak hanya di siang hari mas, tadi malam pun sekitar pukul 20.00 Wib terjadi penebangan kembali. Pokoknya kayu-kayu besar disepanjang jalan itu dibabat habis oleh oknum,” tegasnya.

Sementara dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumenep, M. Syahrial menyampaikan bahwa pihaknya tidak menerima surat pemberitahuan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Tidak ada surat rekondasi yang masuk ke kami,” kata dia.

Menurutnya, izin penebangan biasanya dikeluarkan jika kondisi pohonnya membahayakan pengendara, sepenti sudah rapuh maupun termakan usia. termasuk pula jika ada proyek pelebaran jalan.

“Selama ini kan belum ada kegiatan apa-apa, sementara kondisi pepohonannya masih bagus,” sambungnya.

Syahrial menegaskan, jangankan penebangan secara massal, untuk pemangkasan ranting pohon saja di sepanjang jalan harus dilakukan oleh petugas resmi.

“Ada petugas resmi yang boleh motong ranting, termasuk mobil angkutnya dari dinas terkait, apalagi sampai main tebang. Tidak boleh masyarakat umum melakukan sendiri, karena pohon tersebut milik pemerintah,” pungkasnya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here