Pendaki Panderman Asal Probolinggo Alami Hipotermia

Korban ketika berada di RS Hasta Brata kota Batu

KOTA BATU, Minggu (11/3/2018) suaraindonsia-news.com – Seorang pendaki asal Probolinggo yang hendak mendaki ke Puncak Panderman, Minggu (11/3/2018) dini hari harus dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Batu, petugas pos pendakian dan Warga Toyomerto desa Pesanggrahan kota Batu, lantaran Korban diketahui bernama Henes ini mengalami hiportermia.

Ahmad Khoirur Rochim, Kasi Kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Batu mengatakan pendaki Hanes asal Probolinggo harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami hiportermia di latar ombo lereng gunung Panderman.
Menurutnya, kejadian itu bermula ketika korban hanya seorang diri, berangkat Sabtu (10/3/2018) sekitar pukul 16.00 WIB dari dusun Toyometro Sanggrahan, tetapi ketika ditengah perjalanan ia salah jalur dan tersesat.

Baca Juga: Tiga Remaja Hanyut di Sungai DAM Asta Katandur Sumenep, Ini Penyebabnya 

“Karena kondisi hujan yang sangat lebat hingga membuat korban untuk berteduh sambil menunggu hujan reda, lantas Henes tertidur hingga pukul 23.00 WIB,” jelas Rochim panggilan akrab Ahmad Khoirur Rochim.

Karena kondisi tidak memungkinkan korban kembali menuju latar ombo dengan kondisi baasah kuyub, ketika di latar ombo inilah korban merasa kedinginan hinggga mengalami hipotermia Namun nasib masih beruntung, ada salah satu rekan sesama pendaki yang mengetahui jika korban Hanes mengalami hipotermia, pendaki ini langsung melaporkan kejadian tersebut Ke Tim Reaksi Cepat BPBD kota Batu.

“Tim BPBD langsung menuju lokasi dan langsung melakukan evakuasi korban ke rumah sakit Hasta brata, kini kondisinya sudah mulai membaik.” pungkasnya.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here