Pemkab Raja Ampat Gelar Pelatihan Pengelola Kampung KB

Pelatihan Pengelola Kampung KB. Foto: Zainal Laadala/SI

RAJA AMPAT, Selasa (25 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Guna untuk meningkatkan pengetahuan dalam memberikan pelayanan secara berkesinambungan tentang program kkbpk di masyarakat. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Raja Ampat  melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, menggelar Pelatihan Bagi Tenaga Pengelola Kampung KB Tingkat Distrik/Kecamatan, di gedung wanita, jalan kompleks perumahan DPRD Raja Ampat, Kelurahan Waisai Kota, Distrik (Kecamatan red) Kota Waisai, Ibukota kabupaten Raja Ampat, Senin pagi (24/07)

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang AJPP pada BKKBN Provinsi Papua Barat, Stepanus Rande, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Siti Syam A. Karim, 17 (tujuh belas) kepala distrik, serta puluhan tamu undangan lainnya.

Kepala BKKBN Papua Barat, Beyamin Lado dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan, Stepanus Rande mengatakan, Kampung KB merupakan salah satu penguatan program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga yang terpadu dengan lintas sektor pembangunan terkait, yang dikelola dan dilaksanakan dari, oleh, dan untuk masyarakat, guna mendekatkan pelayanan untuk mencapai tujuan mewujudkan keluarga berkualitas.

Program kampung kb ini, berdasarkan arahan Presiden RI, Joko Widodo pada peresmian kampung kb di dusun Jenawi, desa Mertasinga, Kecamatan gunung jati, Cirebon, Jawa Barat, 14 Januari 2016 lalu. Baca Juga: Tak Kantongi Dokumen, Bakamla RI Tangkap Kapal Tanker di Perairan Jakarta

“Tujuan secara umum, dibentuknya kampung kb adalah, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat ditingkat kampung atau setara, melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan, keluarga serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ujar Stepanus.

Dijelaskannya, Tujuan khususnya dibentuknya kampung kb adalah, untuk meningkatkan peran seluruh stakeholder dan masyarakat, serta meningkatnya sinergitas pembangunan, meningkatnya wawasan masyarakat terhadap pembangunan yang berwawasan kependudukan, meningkatnya cakupan kb, bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan bina keluarga lansia.

“Meningkatnya kegiatan ekonomi produktif masyarakat, untuk menekan menurunkan tingkat KDRT, dan perdagangan perempuan di tanah air  menjadi tujuan khusus dari program tersebut,” kata Stepanus.

Selain itu, lanjut Stepanus,Meningkatnya derajat kesehatan, meningkatnya pola hidup bersih dan sehat, meningkatnya pembinaan kerohanian, serta meningkatnya rasa kebangsaan, nasionalisme, sosial dan budaya. Hal tersebut bagian dari tujuan khusus terbentuknya kampung KB.

“Kegiatan sosialisasi bagi tenaga pengelola kampung KB, ditingkat distrik dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, guna memberikan pelayanan secara berkesinambungan tentang program kkbpk di masyarakat,” imbuhnya.

Kepala BKKBN Papua Barat, Beyamin Lado melalui Kabidnya, Stepanus Rande berharap, Dengan sosialisasi ini bapak, ibu dapat berkontribusi dalam mendukung program kkbpk ini, guna terwujudnya keluarga yang berkualitas.

Menurut Siti Syam, kegiatan pelatihan bagi tenaga pengelola kampung kb tingkat distrik/kecamatan baru pertama kali di kabupaten Raja Ampat.

“ Besok 25 Juli, kita bersama hadir di Kelurahan Bonkawir yaitu mengikuti pencanangan pembentukan kampung kb untuk 24 distrik, se-kabupaten Raja Ampat,” Kata Siti Syam dihadapan puluhan peserta, dan tamu undangan.

Pelatihan Kampung KB selama 2 (dua) hari itu, 24-25 Juli 2017, dibuka secara resmi, Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati melalui Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Siti Syam A. Karim. (Zainal La Adala)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here