Pemkab Probolinggo Kembangkan Sentra Madu dan Pengembangan Bunga Matahari

Camat Lumbang Bambang Heriwahyudi menerangkan sentra madu dan pengembangan bunga matahari kepada Muspika setempat. (Foto: Bro/Jie).

PROBOLINGGO, Rabu (22/11/2017) suaraindonesia.news.com – Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kecamatan Lumbang baru baru ini membagikan bantuan stup lebah kepada masyarakat miskin, disamping itu juga melakukan pengembangan penanaman bunga matahari di wilayah Kecamatan Lumbang untuk peningkatan pakan lebah dan obyek wisata.

Terkait hal tersebut, Camat Lumbang, Bambang Heriwahyudi kepada suaraindonesia.news.menjelaskan, pemberdayaan masyarakat miskin di wilayah Kecamatan Lumbang melalui sentra madu cukup efektif untuk peningkatan ekonomi masyarakat atau untuk pengentasan kemiskinan.

Beberapa waktu lalu ada pembagian bantuan 80 kotak atau stup lebah kepada warga miskin di Desa Negororejo satu kelompok, dan di Desa Lumbang Kuning satu kelompok, masing masing kelompok mendapat 40 kotak lebah.

Setelah berjalan satu bulan sudah menghasilkan. Artinya warga miskin yang menerima bantuan itu kotak lebahnya dititipkan di kelompoknya. Kemudian hasilnya setelah dipotong biaya operasional dibagi hasil dengan keluarga miskin yang menerima bantuan kotak lebah tadi. Maka dari 40 kotak lebah tadi sekarang sudah menambah 4 kotak lebah lagi. Kemarin saya saksikan sendiri, hasilnya itu diberupakan beras, uang dan sebotol madu. Mungkin lebih lanjut diberupakan kambing.

“Jadi menurut saya melalui sentra madu ini cukup efektif untuk pengentasan kemiskinan,” ungkapnya, Rabu siang (22/11/2017).

Bambang Heriwahyudi menjelaskan, dalam hal pengentasan kemiskinan melalui sentra madu ini, Pemkab Probolinggo kerja sama dengan Universitas Surabaya (Ubaya) dengan program kemitraan wilayah selama 3 (tiga) tahun.

“Jadi dalam hal ini harus ada sinergi antara Ubaya dan Pemkab melalui instansi terkait dan masyarakat. Sekarang baru melakukan pelatihan dibimbing oleh Ubaya, arahnya untuk peningkatan produksi madu dan produk turunan dari madu yang bisa di komersialkan, seperti sabun cair, sabun padat maupun hand body,” terangnya.

Mengenai pengembangan bunga matahari di Kecamatan Lumbang, Bambang Heriwahyudi mengatakan, sesuai dengan keinginan Ibu Bupati Probolinggo, Hj. P. Tantriana Sari, bahwa pengembangan bunga matahari ini kita juga bekerja sama dengan Ubaya dalam program kemitraan wilayah sentra madu. Biji bunga matahari ini dua bulan yang lalu sudah kita sebar sekitar 2000 bibit, dan sekarang baru berbunga. Sebagian yang sudah menghasilkan biji sudah kita olah, kita proses, tapi masih dalam tahap awal. Sekarang ini kita masih mencari pangsa pasar.

Selanjutnya, nanti bunga matahari, kata Bambang Heriwahyudi, selain untuk pakan lebah guna menunjang sentra madu, juga produk tanaman bunga matahari selain untuk kuwaci, jika manakala nanti ditanam di hamparan lokasi tertentu bisa dijadikan untuk obyek wisata.

“Mudah mudahan bulan Desember nanti bibit bunga matahari sudah banyak, dan awal tahun 2018 harapannya sudah ada suport suport wisata terkait dengan bunga matahari,” pungkasnya. (Bro/Jie).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here