Pemkab Jember Gelar Sarasehan Pancasila Bersama Ribuan Guru PPKN

Para narasumber sarasehan pancasila dengan peserta ribuan guru PPKn di Aula PB. Soedirman Pemkab Jember. (Foto: Humas for Suara Indonesia News)

JEMBER, Selasa (13/3/2018) suaraindonesia-news.com – Pemkab Jember menggelar Sarasehan Pancasila dengan mendatangkan 3 narasumber di antaranya Kepala BPIP, Prof. Yudi Latief, Ph.D, Dirjen PP Kemenkumham, Prof. Dr. Widodo Ekatjahjana, SH, M.Hum dan Budayawan, Romo Benny Susatyo, Pr.

Sarasehan ini diikuti oleh ribuan guru PPKn baik dari sekolah negeri dan swasta se-Kabupaten Jember yang berlangsung di Aula PB. Soedirman Pemkab. Jember, Senin (12/3). Tujuannya ialah untuk memantapkan pemahaman tentang Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah gempuran era digital.

“Guru PPKn adalah ujung tombak membangun generasi muda yang berintegritas,” tutur Bupati Jember, Faida di depan ribuan guru PPKn

Prof. Yudi Latief menegaskan peran guru PPKn sangat penting untuk memantapkan pemahaman anak didik tentang nilai nilai Pancasila.

Pemantapan itu dilakukan dengan menceritakan kisah sejarah. Pemantapan juga melalui simbol simbol, yang lama kelamaan akan mengendap dalam jiwa anak-anak.

“Seperti contohnya pada anak jaman sekarang yang cepat mengetahui segala sesuatu dalam simbol, ikon dalam hape, logo toko, dan sebagainya,” ujar Yudi Latief.

Baca Juga: Museum Diorama Pancasila Jember Segera Terwujud 

Pemahaman Pancasila diimplementasikan dalam 3 lapis dimensi, keyakinannya pengetahuan, dan tindakan.

Romo Benny Susatyo Pr. menjelaskan bagaimana caranya guru PPKn membumikan Pancasila di era digital.
Romo Benny menyontohkan pemberian tugas pada anak didik dengan membuat meme Pancasila yang diviralkan di sosial media, pembuatan video youtube bela negara. Ia juga menekankan pola pendidikan guru menjadi rekan murid, bukan menjadi pawang atau mentor, akan mengubah paradigma atau cara pandang pendidikan.

“Sistem pembelajaran baru diperlukan sehingga anak memiliki daya kreatif dan inovatif,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Widodo Ekatjahjana S.H. M.Hum berharap guru mampu mengambil referensi yang akurat dalam memberikan informasi terkait Pancasila.

Meluruskan sejarah tentang Pancasila menjadi tanggung jawab bersama. “Kita tidak mungkin melakukan pembelaan terhadap negara, jika kita tidak memahmi Pancasila yang sebenarnya,” tukasnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here