Pemkab Jember Diberitakan Tak Maksimal Layani Pasien Miskin, Ini Jawaban Kadinsos

Hanni, penderita tumor kelenjar dari warga miskin. (Foto : Istimewa)

JEMBER, Selasa (5 Desember 2017) suaraindonesia-news.com – Hanni (42) penderita tumor kelenjar asal Desa Sumberpakem, Kec. Sumberjambe Jember sedang ramai diperbincangkan.

Dilansir dari Suara Jatim Post menyebutkan bahwa wanita paruh baya dengan benjolan tumor sebesar 2 kepalan tangan orang dewasa yang bersarang di lehernya itu tidak mau dirujuk ke Surabaya dengan alasan tidak ada yang mau mendampinginya karena faktor ekonomi.

Menjawab pemberitaan tersebut, Kepala Dinas Sosial Jember, Isnaini Dwi Susanti mengatakan bahwa jauh sebelum pemberitaan itu, Pemerintah telah maksimal memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada Hanni, bahkan akan dirujuk ke Surabaya untuk penanganan yang lebih intensif.

“Bahkan untuk keluarga yang bersedia mendampingi pasien selama di Surabaya, kami siapkan anggaran pendampingan sebesar Rp. 75 ribu perhari,” jelas Kandinsos Jember, Santi kepada media ini, Selasa (5/12).

Pemerintah tidak tutup mata seperti yang diberitakan salah satu media tersebut, lanjut Santi, bahkan kami siap mendatangkan psikolog untuk merayu pasien agar mau dirujuk ke Surabaya.

“Kalau pun toh Bu Hanni pasrah dengan kondisinya saat ini, tetap harus ada ikhtiyar untuk mengobati, kami juga akan datangkan ahli psikolog agar beliau mau dirujuk, sambil menunggu keputusan pasien mau dirujuk, kami juga telah memberikan bantuan sembako kepadanya,” lanjut Santi.

Santi pun mengomentari pemberitaan pada media tersebut sebagai upaya eksploitasi berlebihan kepada pasien miskin.

Santi meminta media untuk objektif memberitakan segala sesuatu yang terkait kemiskinan.

“Jangan hanya mengejar viewer, lalu pasien miskin yang dieksploitasi berlebihan,” ungkapnya

Pemberitaan dalam media tersebut yang dilansir pada Senin (4/12) tidak menyertakan keterangan dari Dinas terkait, dalam hal ini Dinas Sosial terkait masalah kemiskinan dan Dinas Kesehatan terkait pelayanan kesehatan sebagai upaya menciptakan keberimbangan suatu berita.

Senada dengan Santi, Kepala Dinas Kesehatan Jember, dr. Hj. Siti Nurul Qomariyah menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan pendampingan perawatan kepada pasien tersebut, bahkan pasien telah direkomendasikan untuk ditujuk ke Surabaya.

“Kami sudah berusaha untuk memotivasi pasien agar mau dirujuk ke Surabaya, bahkan mulai Kades, Camat, Danramil juga sudah memotivasi, tapi orangnya tetap tidak mau,” tutur Nurul.

Kalau toh masih ada yang mempersoalkan kinerja Pemerintah kurang tanggap, lanjut Nurul, kami kembalikan kepada yang menilai. (Gun/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here