Pemkab Himbau Untuk Gunakan LPG 5,5 Kg dan 12 Kg

Pihak Pertamina saat sosialisasi kepada Pemkab Lumajang

LUMAJANG, Selasa (07/08/2018) suaraindonesia-news.com – Bupati Lumajang, Drs As’at MAg melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Lumajang, Ir Agus Widarto MM menghimbau kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang untuk gunakan Liquid Petroleum Gas (LPG) tabung ukuran 5,5 kilogram (kg) kepada mitra binaannya.

Menurut Agus, himbauan tersebut berdasarkan surat Asisten Perekonomian dan Pembangunan atas nama Bupati Lumajang Nomor : 500/2073/427.14/2017, bahwa sejumlah mitra binaan itu antara lain dari Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Badan Pajak dan Retribusi Daerah, Dinas Penanaman Modal dan PTSP.

“Ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Bupati Lumajang Nomor : 500/2049/427.14/2017, tertanggal 29 September 2017, tentang Himbauan Penggunaan LPG 5,5 Kg dan 12 Kg,” kata Agus saat dimintai keterangan oleh sejumlah media.

Dan pihak OPD, kata Agus diminta untuk ikut menyebarluaskan kepada mitra binaannya, seperti Dinas Perdagangan bisa mensosialisasikan kepada pengelola pabrik/industri.

“Kalau Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bisa menyebarluaskan kepada pihak pengelola hotel, restauran dan rumah makan,” terangnya lagi.

Kalau Dinas Pertanian, menurut Agus bisa menyebarluaskan kepada para pengusaha bidang petanian, peternakan dan perkebunan.

Sedangkan Dinas Perikanan, kata Agus adalah para pengusaha di bidang perikanan.

“Untuk mitra dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah adalah para oengusaha wajib pajak/retribusi. Dan mitra dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP adalah para pengusaha yang mengajukan izin,” paparnya lagi.

Sebelumnya juga ada himbauan untuk LPG 3 kg yang bersubsidi agar tepat sasaran, tidak digunakan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Pesan tersebut ditujukan kepada seluruh Pimpinan OPD di Lingkungan Pemkab Lumajang.

Hal itu kata Agus menindaklajuti surat Gubernur Jawa Timur Nomor : 540/9176/022.1/2018, tertanggal 28 Juni 2018 tentang Penggunaan LPG Ukuran 3 kg Bersubsidi Tepat Sasaran.

Dan juga berdasarkan Peraturan Presiden RI No. 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG tabung 3 kg dan berdasarkan Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI No. 21 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Penyediaan dan Pendistribusian LPG 3 kg, yang menerangkan bahwa LPG 3 kg hanya diperuntukan bagi rumah tangga dan kegiatan usaha kecil dan mikro (UKM).

“Untuk mengantisipasi agar penggunaan LPG 3 kg tepat sasaran sesuai peruntukannya maka saya himbau ASN/ Capeg ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang untuk tidak menggunakan tabung LPG “melon” 3 kg, melainkan menggunakan tabung LPG “pink” 5,5 kg,” bebernya.

Selain ASN/ Capeg ASN, kata Agus juga para pelaku usaha selain usaha mikro yang memiliki kekayaan bersih dari Rp 50 juta, dan itu tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta, itu tidak boleh menggunakan tabung LPG “melon” 3 kg.

“Restoran, usaha peternakan, usaha pertanian, usaha batik, usaha binatu, usaha jasa las dan usaha tani tembakau itu juga tidak diperkenankan menggunakan tabung LPG 3 kg,” paparnya lagi.

Untuk masyarakat yang dikatagorikan mampu dan tidak memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Desa/ Kelurahan setempat, diungkapkan Agus kalau mereka juga dihimbau untuk menggunakan LPG 5,5 kg.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here