Pemkab Abdya Salurkan Bantuan Bibit Padi Varietas Cinggelis Unggul Kepada Petani Di 9 Kecamatan

Dari Kiri Staf Ahli Bidang Pertanian Ir. Adusmin Umar, Dishutbun Herman Suriadi, SP, Dandim 0110 Abdya Letkol Inf Suhartono, Ketua Komisi C DPRK Julinardi, Kepala BP4K Ruslan Adli, SP, Kadistannak Maswadi, SP.Mpd, Ketua Komisi B DPRK Dedi Suherman, Ketua Kelompok Tani Setia Muhibbudin. melakukan foto bareng dihalaman kantor Distannak dengan memengang bibit padi lebel biru varietas Cinggelis.(N).
Blangpidie_Aceh Barat Daya, Suara Indonesia News.Com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) setempat menyalur bantuan bibit padi varietas Cinggelis unggul 219,8,03,75 Kilogram kepada para petani dalam sembilan kecamatan di Abdya. Bibit padi gratis itu diberikan secara simbolis untuk meningkatkan produksi padi MT-1 Gadu rendengan dengan luas lahan basah 8.904,03 Ha dan lahan kering 13.88.06 ha, sehingga luas areal keseluruhan 8.792,015 Ha. Rabu (06/2015).
Kadistannak Abdya, Maswadi, SP.Mpd mengatakan anggaran pengadaan benih padi unggul itu bersumber dari APBK 2015 Rp 2,4 miliar. “Benih padi unggul varietas Cinggelis, sudah dibagikan kepada kelompok tani dalam sembilan kecamatan, yaitu Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Susoh, Blangpidie, Setia, Tangan-tangan, Manggeng dan Lembah Sabil”.
Maswadi menerangkan satu hektare sawah menyerap 25 kilogram benih berdasarkan Qanun RT/RW Tata Ruang Aceh Barat Daya No 17 Tahun 2013-2033, sehingga areal tanam seluas 8.792,015 Ha yang tersebar dalam sembilan kecamatan memerlukan benih itu sekitar 219,8,03,75 Kilogram lebih. Sedangkan hasilnya nanti diperkirakan.
Adapun jadwal semai benih, menurut Maswadi ditetapkan pada pertengahan Mai mendatang. “berdasarkan hasil kesepakatan jadwal tanam serentak padi di Abdya 2015 pada tanggal 26/2/2015 dimakodim Abdya, InsyaAllah Persemaiannya akan kita laksanakan pada minggu I dan II Mai 2015”.
 
“Sesuai dengan Perpres RI No 172 Tahun 2014”
Ia menambahkan pengadaan benih padi lebel biru pada kegiatan penyediaan sarana produksi pertanian/perkebunan program peningkatan produksi pertanian/perkebunan Distannak Abdya tahun 2015 dilaksanakan dengan sistem penunjukkan langsung yang ditetapkan oleh pokja unit layanan pengadaan sesuai dengan Perpres RI No 172 tahun 2014 tentang perubahan ketiga atas Perpres RI No 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah dimana penunjukkan langsung terhadap 1(satu) penyediaan barang/pekerjaan kontruksi/jasa lainnya dapat dilakukan dalam keadaan tertentu, seperti yang tertuang pada pasal 1 ayat (5) huruf d.1. yaitu pekerjaan pengadaan dan penyaluran benih unggul yang meliputi benih padi, jagung, dan kedelai serta pupuk yang meliputi Urea, NPK dan ZA kepada petani dalam rangka menjamin ketersediaan benih dan pupuk secara tepat dan cepat untuk pelaksanaan peningkatan ketahanan pangan. Jelasnya.
Sementara itu, Dandim 0110 Abdya Letkol Inf Suhartono selaku Tim Upsus dalam upaya pengawalan percepatan peningkatan produksi “Pajale” mengatakan “ kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan dalam menyukseskan program tanam serentak yang akan kita laksanakan pertengahan mai mendatang.
Suhartono juga menerangkan saat ini lahan persawahan yang telah digarap minimal 70%  dan akan melakukan penaburan benih, sementara yang tersisa 30% lagi terus dilakukan penggarapan sehingga semuanya terealisasi nantinya.
Lanjutnya, Saat ini kendala yang kita hadapi yaitu persoalan air, sehingga memerlukan pemikiran yang tajam dan bijaksana agar persoalan ini bisa teratasi. Seperti yang dilakukan dibeberapa titik saluran irigasi yaitu dengan menggunakan baico untuk melakukan penggalian saluran yang tersumbat akibat banjir satu pekan yang lalu.  
Ia juga mengingatkan disaat merendam benih harus diperhatikan dengan baik, seperti kadar air, sehingga tidak terjadi kendala besar nantinya, yang berimbas kepada sektor pemerintahan. Kita menghimbau kepada masing-masing penyuluh yang berada disembilan kecamatan agar menyampaikan kepada petani tentang teknis-teknis pada saat merendam benih, penaburan benih juga penanaman. “jangan sampai yang ditanam padi tumbuhnya jagung”. Kami juga akan memantau dan  mengevaluasi untuk dilaporkan kepada pimpinan “jangan ada yang bermain-main, bila kedapatan yang mempermainkan benih atau pupuk kami tidak segan-segan untuk mengambil tindakan sesuai dengan intruksi pimpinan”. tegasnya
Ketua komisi B DPRK Abdya Dedi Suherman didampingi Ketua Komisi C Julinardi dalam sambutannya mengatakan hasil peninjauan dilokasi lahan persawahan warga dari sembilan kecamatan terdapat satu kecamatan yang sudah dua kali gagal panen yaitu kecamatan tangan-tangan desa padang kawa, “hal ini harus segera diantisivasi secepatnya mengingat musim tanam serentak sudah mulai dekat, jangan sampai hal yang sama terjadi kembali”. Ungkapnya pada saat menghadiri penyerahan bibit secara simbolis kepada kelompok tani.
Dalam penyerahan bibit secara simbolis turut dihadiri Bupati Ir. Jufri Hasanuddin, MM yang diwakili Ir. Adusmin Umar yang membidangi staf ahli pertanian setdakab, Dandim 0110 abdya Letkol Inf Suhartono, Ketua Komisi B DPRK Abdya Dedi Suherman dan Ketua Komisi C Julinardi, Kadistannak Maswadi,SP,Mpd, Kepala BP4K Ruslan Adli, Sp, Kadis Hutbun Herman Suriadi, Para Camat, Mentri Tani, Hub Keujrunblang dan para undangan lainnya.(N)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here