Pemerintah Jambi dan Pusat Terus Berupaya Tingkatkan Kesejahteraan Bagi SAD

Reporter: Inro
Jambi, Senin (20/2/2017) suaraindonesia-news.com – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Dr. Drs. H. Fachrori Umar. M.Hum dan bersama Mensos Republik Indonesia Hj. Khofifah Indar Parawansa lakukan kunker ke Kabupaten Sarolangun melihat kehidupan SAD Sungai Surian, Desa Pulau Lintang Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun, Senin (20/02).

Dikatakan Fachrori Umar, Pemprov Jambi dan pusat terus berupaya tingkatkan kesejahteraan bagi masyarakat agar dalam kehidupannya bisa hidup layak berdampingan bersama warga lainnya.

Fachrori Umar mendampingi Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Hj. Khofifah Indar Parawansa meresmikan Permukiman Sosial Warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sungai Surian, Desa Pulau Lintang Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun.

Dalam kunjungan ke Sarolangun Mensos RI bersama, Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat, Staf Khusus Mensos Dwi Ariady Kusuma, Kepala Dinas Sosial kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jambi M. Dianto, Pj. Bupati Sarolangun Arif Munandar, forkompimda Kabupaten Sarolangun.

“Pemerintah provinsi jambi dan pemerintah pusat terus berupaya menekan angka kemiskinan dengan berbagai macam program pembangunan dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat agar hidup bisa lebih layak, serta peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat,”jelasnya.

Salah satu sasaran program pemerintah saat ini meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat terpencil yaitu orang rimba atau SAD.

“SAD ini hidupnya berpindah-pindah bahkan pendatang dari daerah lain juga ada, keberadaanya sangat sulit dipantau, usaha kita bagai mana mereka bisa hidup menetap dan bermasyarakat sama dengan warga lainnya,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan pemerintah mewujudkan kehidupan SAD lebih sejahtera lagi dan mandiri dari segi kehidupan dan mampu menghadapi kehidupan sosial lainya.

Sementara itu Mensos menyampaikan, Pemerintah terus berupaya melakukan pendekatan bersama dengan komonitas suku-suku di indonesia.

“Alhamdulillah, setelah melakukan pendekatan hampir dua tahun akhirnya mereka (Suku Anak Dalam) mau menetap di tempat ini, pembangunan ini dibangun melalui dana Kementerian Sosial kata Khofifah saat menyerahkan hunian tetap bagi 23 kepala keluarga Suku Anak Dalam itu,”jelasnya.

Lahan tempat pembangunan rumah yang masuk dalam wilayah Kecamatan Bathin VIII itu disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun, sedangkan rumah dibangun Kementerian Sosial beserta isinya.

“Kementerian Sosial mengalokasikan anggaran Rp36 juta untuk membangun setiap rumah. Sedangkan isi perabotan berupa kasur, bantal, dan selimut Rp3 juta per kepala keluarga. Pendanaan seluruhnya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).” ujarnya

Mensos dalam kesempatan itu juga memberikan bantuan paket kepada 21 siswa sekolah dasar senilai Rp200.000 per anak, sembako, serta bantuan sandang lainya.

Dikatakan Menteri, tidak mudah mengajak warga Suku Anak Dalam untuk tinggal menetap, mengingat selama ini mereka memiliki tradisi melangun atau meninggalkan tempat tinggal semula saat sanak saudara meninggal.

“Mereka selalu hidup berpindah-pindah dan mengandalkan alam untuk menunjang hidup dan kebutuhan sehari-hari.” kata mensos.

Dijelaskan Mensos, tidak cuma soal permukiman saja warga Suku Anak Dalam memerlukan dukungan layanan administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, kehidupan beragama, penyediaan akses kesempatan kerja, ketahanan pangan, penyediaan akses lahan, advokasi sosial, lingkungan hidup, dan pelayanan sosial.

“Disinilah peran pemerintah untuk memberikan pelayanan dan bimbingan bagi SAD dan mendorong semua pihak utamanya masyarakat terdekat untuk memberikan dukungan terhadap tumbuh kembang serta pendidikan bagi anak-anak SAD.” Jelasnya.

Khofifah berjanji akan mengupayakan warga Suku Anak Dalam bisa memperoleh bantuan sosial yang disalurkan pemerintah melalui Kementerian Sosial, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Beras untuk keluarga sejahtera (rastra), Bansos Lansia, dan Bansos Disabilitas lainnya
Seluruh bantuan diserahkan langsung Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa didampingi Wagub jambi dan Pj. Bupati Sarolangun.

“Meskipun unit rumah yang dibangun sederhana, tapi saya berharap kehidupan masyarakat SAD bisa lebih meningkat, khususnya 23 KK yang menerima bantuan ini,” ungkapnya

Menteri juga menerangkan, pemberdayaan KAT yang dilakukan Kementerian Sosial merupakan upaya mewujudkan kehidupan warga lebih mandiri, baik dari aspek kehidupan maupun penghidupan, sehingga mereka mampu menanggapi perubahan sosial yang terjadi.

Sebelumnya Pj. Bupati Sarolangun Arif Munandar Menyampaikan. Ucapan terima kasihnya atas bantuan dan kunjungan Mentri dan rombongan di kabupaten sarolangun.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Sarolangun dan masyarakat mengucapkan terima kasih atas kunjungannya dan bantuan dari Mensos, untuk sebagai laporan jumlah SAD yang terdata di kabupaten sarolangu sebanyak 2.373 KK, terdiri dari 226 Kepala keluarga yang tersebar di kabupaten sarolangun, ada tiga kelompok SAD yaitu SAD yang masih mengembara didalam hutan, ada kelompok yang sudah tinggal dihutan serta sudah ada yang menetap berkelompok seperti yang berada di desa pulau lintang ini.” jelas Bupati.

Usai memberikan bantuan, Mensos dan rombongan menuju pemukiman warga SAD untuk penyerahan secara simbolis bantuan Hunian Tetap dan isi rumah untuk 23 KK serta bantuan anak sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here