Pembangunan Bendungan Napun Gete Kabupaten Sikka-NTT Capai 46 Persen

Bendungan Napun Gete Sikka-NTT tengah dirampungkan. (Foto: Yos/SI)

SIKKA, Sabtu (16/12/2017) suaraindonesia-news.com – Bendungan Napun Gete, di Desa Ili Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur pelaksanaan pembangunannya hingga kini terus berlangsung. Bendungan dengan kapasitas tampung 14 juta meter kubik air itu, dibangun menggunakan dana APBN dengan nilai kontrak, sebesar Rp. 849.959.499.000.

Penandatangan kontrak kerja pembangunan bendungan Napu Gete dengan sistem kontrak multi years (2016 – 2020), dilakukan di Kementerian PUPR, jakarta, (7 Desember 2016).

Penandatanganan dilakukan antara Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II selaku pengguna jasa dan pihak PT Nindya Karya (NK) selaku penyedia jasa. Sesuai nomor kontrak: HK.02.03/SATKER/PJSA-NT.II/DSE.II/302/XII/2016, tanggal 7 Desember 2016.

Sedangkan biaya pekerjaan supervisi ditangani oleh PT Indra Karya, PT Innako Internasional Konsulindan dan PT Virama Karya, sebesar Rp. 34.720.000.000. Nomor kontrak tertanggal 9 Desember 2016. Dan masa waktu pelaksanaan pembangunannya selama 1.470 hari kalender.

Baca Juga: Pengamat Sarankan Ketum Baru Golkar Tunjuk Ibnu Munzir Jadi Sekjen

Konstruksi bendungan Napun Gete, sistem roktill (timbunan batu) dengan ketinggian pondasi 52 meter, kedalaman 48 meter dan panjang bendungan 585 meter. Lokasi pembangunannya tepat berada di pusat kali besar Napun Gete, seluas 161,61 hektar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT, Andre Koreh, dihubungi lewat telpon selulernya mengatakan, proses pekerjaan pembangunan bendungan Napun Gete, sementara berjalan dan telah mencapai 46 persen dan terkait pembangunannya bersumber dari APBN dengan sistem kontrak tahun jamak.

“Untuk bendungan Ritiklot, di kabupaten Belu, pekerjaan phisik telah mencapai 85 persen dan diprediksi selesai pada April 2018. Sedangkan untuk bendungan Raknamo, di kabupaten Kupang, pelaksana PT Waskita Karya, pekerjaan phisik sudah selesai mencapai top level (tingkat tinggi),” jelasnya.

Terkait hal itu, Gubernur Frans Lebu Raya, melalui rapat kerja dengan Camar se-provinsi NTT, beberapa waktu lalu, di Kupang, mengemukakan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, telah memberikan perhatian serius kepada NTT, dengan menetapkan sejumlah proyek strategis nasional (PSN) di wilayah NTT.

Diantaranya, tiga pos lintas batas negara (PLBN), masing-masing, PLBN Motaain (Belu), Motamasin (Malaka) dan PLBN Wini (TTU). “Juga di NTT, dibangun tujuh bendungan, yaitu Raknamo, Rotiklot, Temef (TTS), Lambo (Nagekeo), Manikin (kabupaten Kupang), Wae Bara (Sumba Timur) dan Wola Pare, kabupaten Sumba Barat Daya (SBD),” pungkasnya.

Reporter: Yos

Editor: Supanji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here