Pasca Banjir Bandang di SMAN 2, GTP Lakukan Penanaman Pohon

Reporter : Iran G Hasibuan

BOGOR, Minggu (5/3/2017) suaraindonesia-news.com – Pasca terjadinya banjir bandang yang mengakibatkan korban jiwa, Gerakan Tanam Pohon (GTP) datang untuk menanam pohon di lokasi dimana terjadinya banjir bandang yaitu di SMAN 2 Kota Bogor.

Sepuluh (10 ) Pohon buah buahan secara simbolis sudah ditanam dan 20 pohon lainnya diserahkan kepada sekolah SMA 2 untuk ditanam di sekitar sekolah, dan ini akan bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah di lingkungan SMAN 2 Kota Bogor, semoga ini bisa menjadikan perbaikan lingkungan disana tutur, salah satu motor GTP Heri Cahyono.

Dilanjutkan Heri bahwa banjir terjadi disebabkan oleh berbagai macam, jika merujuk pada topografi kota bogor maka wilayah kota bogor yang merupakan dataran dengan ketinggian diatas 500 m di atas permukaan laut, maka seharusnya kecil kemungkinan terjadi banjir.

“Namun faktanya, bukan hanya di kota Bogor saja tetapi di berbagai tempat yang merupakan dataran tinggi juga tidak luput dari bencana banjir, ujarnya.

Ditambahkan Heri, terjadinya banjir di wilayah dengan dataran yang berkatagori tinggi, bisa terjadi karena sistem drainase yang kurang baik, sehingga air hujan yang seharusnya masuk ke saluran saluran air tidak segera cepat mengalir ketempat yang rendah, tetapi justru meluap kedaratan karena tersumbat pada saluran air atau daya tampung nya kurang memadai karena debit air lebih besar daripada saluran drainase yang ada.

“Selain masalah drainase, kita juga menghadapi kondisi topografi lahan yang rentan terhadap longsor, karena kondisi tanah di kota bogor bergelombang dan banyak sekali tebing di sekitar aliran sungai,” terangnya.

Longsor bisa menimbulkan kerusakan disekitar lokasi, dan bisa menutup saluran air serta banyak kemungkinan kerugian yang diakibatkan dari bencana longsor tersebut.

“Tentu saja kita tidak ingin bencana terus terulang dikota bogor ini, kita sebagai warga yang hidup di kota bogor harus senantiasa merawat lingkungan disekitar kita agar tidak rusak,” imbuhnya.

Menurut Heri, Pemerintah memang wajib membangun infrastruktur yang memadai agar sistem drainase bisa berfungsi dengan baik dan mencegah terjadinya potensi bencana longsor dengan pembangunan tanggul tanggul dan lain lain, namun tetap saja peran pemerintah tersebut tidak ada artinya jika kita sebagai warga juga tidak merawat di area lingkungan kita dengan baik.

“Justru peran dan konstribusi warga ini sangat besar, bencana terjadi jika alam tidak mampu lagi menopang banyaknya tekanan yang menimpanya, tetapi alam yang selalu terawat akan bisa menghadapi segala kemungkinan yang terjadi,” katanya.

Oleh karena itu kata Heri, GTP mengajak kepada warga kota bogor untuk selalu merawat lingkungan disekitar kita, pohon yang kita tanam tentu banyak manfaatnya, akar akar yang tumbuh akan mampu menahan tanah dari gerusan hujan sehingga bisa menahan potensi longsor, akar itu juga bisa meyerap dan menyimpan air sehingga tidak semua air hujan yang turun akan menjadi limpahan air dan berakibat banjir.

“Kita berharap, kegiatan penanaman pohon di apagi hari ini bisa memberikan sumbangan bagi perbaikan lingkungan disekitar SMAN 2 Kota Bogor,” harapnya.

Selain itu, GTP juga berharap masyarakat kota bogor gemar menanam setiap lahan lahan kosong ataupun lahan miring, semoga gerakan tanam pohon ini bisa memberikan inspirasi dan mendorong setiap warga mengikutinya dilingkungan masing masing, jika semua melakukan insya allah lingkungan kota bogor alamnya akan menjadi terjaga dan terawat, Terangnya.

Sementara, Wakil walikota Bogor Usmar Hariman saat mengikuti penanaman pohon mengatakan, bahwa berkaitan dengan drainase yang ada di kota Bogor akan sesegera mungkin dilakukan pembenahan termasuk bekas akibat dari banjir bandang yang diakibatkan jebolnya tembok milik SMAN 2 Kota Bogor. Jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here