Pasar Mangkrak Junrejo Akan Dijadikan Tempat Wisata Bernuansa Pedesaan

Pasar mangkrak

KOTA BATU, Jumat (9/3/2018) suaraindonesia-news.com – Pasar Junrejo di Jalan Raya Junrejo yang mangkrak sejak tahun 2012 akan direncanakan menjadi tempat wisata yang bernuansa pedesaan dan alami. Konsep yang digagas oleh pemerintah desa Junrejo itu sudah dikomunikasikan dengan pemkot Batu dalam hal ini dinas pariwisata kota Batu.

Kepala desa Junrejo Andi Faizal Hasan mengatakan untuk mewujudkan pasar mangkrak menjadi tempat wisata yang berbuansa pedesaan itu perlu adanya penanganan serius, termasuk dalam hal ini perlu adanya campur tangan pemerintah kota (Pemkot) Batu dengan pemerintah desa.

Menurutnya, keberadaan pasar yang mangkrak selama ini kurang mendapat perhatian, tetapi untuk tahun ini setelah dilakukan gebyar festival seni budaya dan pengembangan UMKM, ternyata mengundang kepedulian warga junrejo untuk mewujudkan junrejo sebagai desa wisata, seperti halnya desa-desa wisata lain di Kota Batu.

“Konsep yang kami tawarkan nanti kepada warga adalah lahan seluas 3 hektar itu menjadi tempat wisata yang bernuansa pedesaan, seperti jaman dulu. Konsep seperti ini sudah kami sampaikan kepada kepala Dinas Pariwisata,” kata Andi Faizal, saat ditemui di kantornya, Jumat (9/3/2018).

Konsep desa wisata berduansa pedesaan itu, Faizal yakin akan memiliki daya tarik tersendiri karena didukung dengan adanya wisata petik buah sekaligus dengan memperkenalkan kampung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di dusun Rejoso desa Junrejo.

“Insya Allah dengan konsep wisata bernuansa pedesaan yang alami itu akan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Batu, dulu memang ada beberapa kelompok masyarakat lahan itu akan dijadikan rest area, namun semua itu akan kami musyawarahkan dulu,” jelasnya.

Ia juga menyebut, lahan yang mangkrak itu sempat dilirik oleh investor untuk membangun kembali lahan milik desa seluas kurang lebih 3 hektar ini untuk destinasi wisata baru, namun dirinya kurang sreg, lebih mending dikelola sendiri dengan konsep yang tepat.

Investor yang pernah mendatangi dirinya itu cukup agresif untuk menggandeng Pemerintah Desa Junrejo untuk memanfaatkan tanah kas desa ini sebagai pendulang penghasilan. Mereka tidak hanya bersurat dan mengirimkan proposal, namun juga beberapa kali melakukan pertemuan dengan Pemerintah Desa.

Meski demikian, kata dia, Pemerintah Desa Junrejo yang juga memiliki rencana untuk membangun pasar yang mangkrak gara-gara investor yang digandeng oleh pemerintah desa yang dahulu bermasalah belum membuahkan kata sepakat dengan investor baru yang melirik pasar mangkrak tersebut.

“Sebenarnya kita kepingin membangun dengan biaya sendiri. Perkiraan kita menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,5 milyar hingga Rp 2 milyar, kalau menggunakan dana desa dimungkinkan, kita bisa mandiri,” ujarnya.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here