Panwaskab Grobogan Gelar Rapat Kerja Teknis dengan Panwascam Se – Kabupaten Grobogan

Panwaskab Grobogan Saat Gelar Rapat Kerja Teknis dengan Panwascam Se - Kabupaten Grobogan

GROBOGAN, Sabtu (11/11/2017) suaraindonesia-news.com – Data pemilih sementara yang akan menjadi data pemilih tetap, mendapatkan perhatian serius dari anggota Panwas Kabupaten Grobogan.

Dalam diskusi semua undangan yang hadir sangat antusias untuk membahas mengenai data pemilih sementara maupun data pemilih tetap, data pemilih bisa menjadi bagian dari permasalahan dan rawan pelanggaran Pemilu, seperti pemilih ganda, yang sudah cukup umur minimal 17 tahun tidak masuk dalam data pemilih tetap pada hari pemungutan suara, dan warga biasa yang telah pindah setatus menjadi TNI dan Polri yang masih terdaftar di data pemilih tetap, juga warga yang sudah meninggal ataupun sakit gangguan kejiwaan yang dimasukan data pemilih tetap.

Tidak hanya masalah mengantisipasi pelanggaran data pemilih sementara atau data pemilih tetap, Panwascam se – Kabupaten Grobogan juga menggelar simulasi penanganan terjadinya pelanggaran dalam pemilu, seperti adanya laporan dari masyarakat terjadinya pelanggaran politik uang yang telah dilakukan oleh calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur.

Banwaslu sebagai lembaga penyelenggara Pemilu, mempunyai fungsi sebagai pengawasan pemilu, pencegahan pelanggaran, dan penindakan.

Moh. Syahirul Alim SAg, MH, Divisi Penindakan Pelanggaran Dan Penyelesaian Sengketa Panwskab Grobogan, Sabtu (11/11/2017) mengatakan, Melalui forum ini kami samakan persepsi dengan semua unsur masyarakat bahwa pengawasan partisipatif dari masyarakat luas sangat kami harapkan demi tegaknya keadilan pemilu sesuai dengan slogan Bawaslu yaitu Bersama Rakyat Awasi Pemilu, bersama bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.

“Kami mengharapkan kepada elemen masyarakat untuk mensukseskan pesta demokrasi di Jawa Tengah pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2018, juga mengharapkan untuk tidak golput dalam pemungutan suara nanti,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panwaskab Grobogan Agus Purnama mengatakan, dari simulasi penanganan pelanggaran oleh panwas kecamatan ini diharapkan mereka dapat bertindak secara cepat, tepat, dan cermat dalam menangani dugaan dan ataupun temuan dugaan pelanggaran pemilihan.

“Kami pengawas pemilu hanya mempunyai waktu 5 hari untuk membuat kajian dan memutuskan apakah yang dilaporkan itu termasuk pelanggaran pemilihan, bukan pelanggaran pemilihan atau sengketa pemilihan,” tandasnya. (Miftakh/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here